Rusia Tawarkan Sputnik V, Siap Uji Klinis di Indonesia

Rusia siap untuk menjajaki kerja sama vaksin COVID-19 dengan Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva.
Pada beberapa pekan lalu, Rusia mengejutkan dunia setelah mengumumkan mengizinkan peredaran vaksin Sputnik V. Vaksin itu merupakan vaksin corona pertama di dunia.
Karena sudah mempunyai vaksin corona, Vorobieva negaranya siap kerja sama dengan Indonesia dalam 3 sektor, yakni soal penjualan, pendistribusian dan uji klinis vaksin.
“Kami juga siap melakukan uji klinis di Indonesia karena tentunya akan memudahkan pendaftaran vaksin di dalam negeri dan kami juga siap untuk pabrikan minimal (menyediakan) beberapa komponen vaksin Indonesia,” kata Dubes Vorobieva , dalam konferensi pers virtual (Rabu 26/8).
Vorobieva tidak menjelaskan mengenai uji klinis seperti apa yang akan dilakukan. Namun, vaksin Sputnik V diketahui belum melewati uji klinis tahap III.
Vorobieva menambahkan, sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Jokowi melakukan perbincangan melalui telepon pada April lalu. Kala itu, kedua pemimpin membahas rencana kerja sama penanganan corona secara umum.
“Seperti yang Anda ketahui, dua presiden kami setuju untuk bekerja sama mencegah penyebaran dan mengendalikan Covid-19,” lanjut Vorobieva.
Vaksin Sputnik V sudah menarik perhatian beberapa negara dunia, seperti Filipina dan Vietnam.
Sementara itu, pada pertengahan Agustus lalu, Bio Farma sempat menyatakan, bahwa mereka belum berencana membeli vaksin asal Rusia.
"Kelihatannya, kita belum ke sana (kerja sama dengan Rusia) kita fokus ke Sinovac saja dulu karena kalau melihat peluang, saya kira ini masih potensial," kata Sekretaris Bio Farma Bambang Heriyanto.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
