Rusuh di Bangladesh, KBRI Dhaka Minta WNI Tingkatkan Kewaspadaan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran mahasiswa di Bogura, Bangladesh, Minggu (5/8/2024). Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran mahasiswa di Bogura, Bangladesh, Minggu (5/8/2024). Foto: AFP

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dhaka, Bangladesh, telah meningkatkan status kedaruratan dari Siaga III jadi Siaga II. Untuk itu, mereka minta Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Bangladesh untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Memperhatikan keselamatan dan keamanan, diimbau kepada para WNI di Bangladesh untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi aktivitas luar rumah untuk hal-hal non-esensial, serta menghindari kerumunan massa dan lokasi demonstrasi," tulis Kementerian Luar Negeri, dikutip dari situs resminya, kemlu.go.id, Senin (5/8).

Selain itu, KBRI Dhaka juga meminta agar WNI menjaga komunikasi dengan KBRI, agar dapat mengikuti langkah-langkah kontigensi yang ditetapkan.

Bus di Universitas Kedokteran Bangabandhu Sheikh Mujib terbakar setelah bentrokan antara mahasiswa dan pendukung pemerintah selama protes di Dhaka, Bangladesh, Minggu (5/8/2024). Foto: Abdul GONI/AFP

KBRI Dhaka juga minta bagi WNI yang punya rencana pergi ke Bangladesh untuk membatalkan perjalanannya sementara waktu.

"Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Bangladesh, diimbau untuk menunda perjalanan ke Bangladesh, sampai situasi dan kondisi keamanan membaik," tulis Kemlu.

Terakhir, jika ada dalam kondisi darurat, WNI dianjurkan untuk mengontak beberapa nomor berikut:

1.⁠ ⁠KBRI Dhaka: (+880) 1614444552

2.⁠ ⁠Direktorat Pelindungan WNI Kemlu: (+62) 812 9007 0027

Bangladesh tengah dilanda krisis dan rusuh berkepanjangan. Krisis bermula dari tuntutan pelajar yang minta pemerintah mengakhiri aturan kuota kerja, bagi keluarga veteran perang. Tuntutan kemudian meluas dengan meminta Perdana Menteri Bangladesh, Seikh Hasina mundur.

Hari ini, ribuan orang berhasil merangsek masuk ke Istana Perdana Menteri. Sheikh Hasina pun kabur dengan helikopter, sebelum ribuan orang berhasil menjebol istananya.