Rusuh di LA: Buka Peluang Gubernur California Nyapres di Masa Depan
·waktu baca 2 menit

Kerusuhan di Los Angeles diprediksi membuka peluang politik bagi Gubernur California Gavin Newsom. Sepanjang kerusuhan pecah Newsom adalah sosok terdepan pengkritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Newsom terang-terangan menyerang Trump. Dia menyebut politikus Partai Republik tersebut sengaja memicu ketegangan di California yang merupakan basis suara Partai Demokrat tempat Newsom bernaung.
Newsom bahkan telah menulis surat secara resmi kepada Trump meminta penarikan pasukan Garda Nasional dari Los Angeles yang berada di California. Keberadaan Garda Nasional adalah pemicu eskalasi ketegangan antara massa dan aparat keamanan.
Ketegangan berujung kerusuhan di Los Angeles dipicu penangkapan otoritas imigrasi (ICE) ke terduga imigran ilegal dan anggota geng. Oleh pemerintah dan media massa tersebut dinamai gerakan anti-ICE.
Adapun, laporan berbagai media dan pengamat politik di AS rahasia umum Newsom adalah calon kuat pemimpin AS di masa mendatang, khususnya pada pemilu 2028 mendatang.
“Setiap krisis politik adalah kesempatan politik," kata pengamat politik California dan AS Jeff Le seperti dikutip dari AFP.
“Di California, di mana survei Presiden Trump 30 persen, adalah berkah potensial bagi gubernur untuk menunjukkan perbedaan antara mereka berdua,” sambung dia.
Le kemudian menambahkan, aksi Newsom melawan Trump akan membuat basis pendukung Partai Demokrat gembira. Namun di satu sisi jika kerusuhan di LA berkepanjangan maka simpati publik kepadanya berpotensi turun.
Hal ini bisa semakin parah bila Trump memutuskan memangkas dana federal kepada Negara Bagian California.
Pro-Kontra Newsom
Sebelum menjadi gubernur Newsom memimpin San Fransisco selama enam tahun. Sepanjang kepemimpinan Newsom San Fransisco menjadi kota dengan kebijakan pro-liberal seperti aborsi dan perlindungan deportasi.
Selama bertahun-tahun pula Newsom masuk perbincangan sebagai calon kuat capres Partai Demokrat. Selain di California, Newsom mulai mendulang popularitas di berbagai penjuru AS. Itu dibuktikan dengan aksinya berani debat terbuka melawan sosok konservatif dan eks bakal capres Partai Republik Gubernur Florida, Ron DeSantis.
Kendati dikenal sebagai tokoh liberal, Newsom dekat dengan kontroversi. Salah satunya soal kedekatan Newsom dengan beberapa tokoh sayap kanan.
Reputasi Newsom sempat merosot kala kebijakan pembatasan saat pandemi COVID-19 diprotes. Berbagai pihak menyebut kebijakan Newsom ketika pandemi COVID-19 memberatkan pelaku bisnis.
Newsom bahkan dikecam ketika menghadiri makan malam mewah di sebuah restoran di Napa Valley ketika lockdown COVID-19 berjalan.
Jajak pendapat terakhir dari Economist/YouGov menunjukkan Newsom tingkat popularitas Newsom hanya -13 poin. Angka itu lebih buruk dibanding Trump dengan -7 poin.
