News
·
23 September 2019 23:38

Rusuh di Papua, 13 Korban Meninggal dan 35 Luka-Luka

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Rusuh di Papua, 13 Korban Meninggal dan 35 Luka-Luka (63242)
Kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua. Foto: Istimewa
Rusuh kembali merebak di Papua, tepatnya Jayapura dan Wamena. Dua kerusuhan tersebut menelan korban jiwa, beberapa sudah teridentifikasi, sementara sisanya masih dalam proses.
ADVERTISEMENT
Di Jayapura, ada 4 orang sipil yang tewas imbas dari kerusuhan penolakan aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang menuntut pendirian posko bagi mahasiswa Papua yang pulang dari tempat studinya.
“4 orang tersebut adalah, Octinus Lokbere mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan dari Universitas Sam Ratulangi, Manado, Prajurit Kepala Zulkifli, anggota Yonif 751 Raider, Sentani, dan 2 warga Papua yang belum teridentifikasi, untuk sementara disemayamkan di Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Kapendam XVII Cendrawasih, Letnan Kolonel Eko Daryanto, melalui keterangan tertulis, Senin (23/9).
Untuk korban luka, ada 18 orang warga Papua dan 7 anggota Brimob yang masih dalam identifikasi. Para anggota Brimob tersebut saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkari.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, di Wamena, distrik Jayawijaya juga pecah aksi demonstrasi berujung anarkis yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Untuk sementara, jumlah yang dikeluarkan oleh Kodam XVII Cendrawasih adalah 13 orang.
“3 warga Papua meninggal dunia (masih dalam identifikasi), 6 orang sipil meninggal, yang teridentifikasi baru Muhamad Subhan terkena luka sabetan senjata tajam di punggung dan pinggang, lalu Yohanis Karangan dari Toraja, yang menderita luka bakar 100 persen di salah satu truk yang terbakar. 4 orang lainnya masih dalam identifikasi,” kata Eko.
10 orang yang luka-luka dalam kerusuhan tersebut dievakuasi ke rumah sakit Wamena, untuk penanganan medis dan identifikasi.
Dampak dari demo mengakibatkan terbakarnya beberapa bangunan seperti Kantor Bupati Jayawijaya, Kantor PLN, Gedung Kanwil Kementerian Agama, beberapa kantor, kios di Pasar Wouma, dan rumah penduduk.
ADVERTISEMENT
“Pangdam XVII Cendrawasih, Mayjen Herman Arsaribab telah berkomunikasi dengan mahasiswa di Gedung Pertemuan Mako Brimob, Kotaraja, meminta agar berbagai pihak menahan diri dan mempercepat perdamaian di kawasan tersebut. Sementara itu, titik kerusuhan di Wamena, dan Expo Waena telah bisa dikendalikan. Massa berangsur membubarkan diri,” ucap Eko.