Saat Akademisi China 'Marahi' Atase Militer Israel karena Bantai Warga Palestina
·waktu baca 2 menit

Dekan jurusan Hubungan Internasional Universitas Tsinghua, Yan Xuetong, terlibat cekcok dengan atase militer Kedubes Israel di Beijing, Elad Shoshan.
Insiden itu terjadi pada Rabu (17/9), dalam forum tahunan Xiangshan di Beijing.
Dikutip dari Independent, di sela-sela forum pertahanan tahunan tersebut, Yan menyoroti tindakan Israel yang membantai warga Gaza.
"Bukan anak-anak! Bukan para perempuan! Ketika Anda [menembak] para perempuan dan anak-anak, Anda kehilangan legitimasi untuk melakukan tindakan apa pun karena alasan itu," kata Yan.
Momen itu viral di media sosial. Banyak masyarakat mendukung tindakan Yan yang telah mencecar Shoshan.
Yan lantas memberikan analogi apa yang dilakukan Israel dengan peristiwa perampokan bank. Ia bertanya kepada Shoshan apakah polisi harus membunuh para sandera untuk menangkap para penjahat.
Namun, Shoshan mengatakan tindakan yang dilakukan Israel di Gaza bukan untuk menyakiti warga.
"Semua yang kami bisa, bukan untuk menyakiti warga negara," ucap dia.
Yan mengatakan Israel telah membunuh lebih dari 70.000 warga sipil.
"Fakta ini tidak diputuskan oleh Anda... faktanya [diputuskan] oleh komunitas internasional. Ini bukan diputuskan oleh pemerintah Anda. Pemerintah Anda tidak memiliki legitimasi [atau] hak untuk memutuskan atau membela apa yang merupakan fakta," kata Yan.
Yan lantas menyarankan agar Israel pergi ke PBB dan menyetujui solusi dua negara untuk kemerdekaan Palestina.
“Ketika Anda memiliki dua negara, Anda dapat bekerja sama dengan Palestina untuk melawan teroris. Jika Anda tidak bekerja sama dengan Palestina, Anda tidak akan pernah bisa memenangkan perang melawan teroris,” ucap Yan.
