Saat Bandung Berduka, Jalanan Sepi dan Karangan Bunga Mang Oded Berjejer
·waktu baca 2 menit

Mang Oded adalah kisah tentang pemimpin yang kematiannya bikin iri. Bagi umat Islam, wafat pada Hari Jumat, apalagi sedang beribadah, adalah impian.
Oded Mohamad Danial, nama panjangnya, wafat saat rukuk rakaat pertama Salat Tahiyatul Masjid --salat sunah saat masuk masjid-- di Masjid Mujahidin, Bandung, Jumat (10/12).
"Beliau wafat di hari yang mulia, Jumat. Di tempat yang mulia, masjid, dan akan melaksanakan ibadah yang mulia, Salat Jumat. Semua merupakan pertanda bahwa beliau adalah seorang yang salih," ucap Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, Jumat (10/12).
Isak tangis pecah saat jenazah Wali Kota Bandung itu berada di Pendopo Wali Kota Bandung untuk disalatkan. Terlihat ratusan pelayat memenuhi pendopo.
Begitu juga keluarga tak kuasa menahan tangis saat jenazah dimasukkan ke liang lahat di pemakaman keluarga di Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (12/12).
Kota Bandung pun berduka.
Sejak kabar kematian itu tersebar, karangan bunga ucapan bela sungkawa satu per satu berjejer di sekitar Pendopo Wali Kota, di Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung.
Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Aljufri, mencuit kondisi jalanan Kota Bandung yang sepi saat Mang Oded berpulang.
"Kota Bandung berduka. Jalan sepi. Seorang pemimpin yang mencintai dna dekat dengan rakyatnya telah berpulang," ucap Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, dikutip Minggu (12/12).
"Selamat jalan Mang Oded, teladan bagi kita semua," pungkas Salim Segaf.
