Saat BEM SI dkk Audiensi dengan Pimpinan DPR
·waktu baca 4 menit

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menemui Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9).
Bukan di luar Gerbang DPR, dialog ini dilakukan di ruang auditorium yang terletak di Gedung Nusantara.
"Kami mengucapkan terima kasih dan selamat datang di DPR RI," kata Dasco
“Kami diberi tahu bahwa teman-teman, adik-adik sekalian datang untuk menyampaikan aspirasi,” tutur Dasco membuka dialog.
Secara bergantian, perwakilan lembaga masing-masing menyampaikan aspirasinya.
Berikut rangkumannya:
Desak Dugaan Makar Diusut dan RUU Perampasan Aset Dikebut
Perwakilan mahasiswa Universitas Indonesia, Agus Setiawan, menyampaikan keluhannya tidak bebas menggelar aksi unjuk rasa karena khawatir ditunggangi makar.
"Kami ingin investigasi mengusut tuntas berbagai kekerasan yang terjadi sepanjang Agustus ini, pun juga dengan dugaan makar yang keluar dari mulut Bapak Presiden Prabowo," kata Agus.
Hal ini menindaklanjuti pernyataan Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa aksi unjuk rasa yang terjadi sepekan terakhir terjadi karena dugaan makar dan terorisme.
Agus kemudian juga mendesak RUU Perampasan Aset untuk segera dimasukkan dalam daftar Program Legislatif Nasional (Prolegnas) prioritas untuk segera rampung dalam 1 tahun ini.
RUU Perampasan Aset adalah Rancangan Undang-Undang yang bertujuan untuk mengambil kembali aset yang diperoleh dari hasil korupsi dan tindak pidana lainnya kepada negara. Secara sederhana, RUU ini memungkinkan praktik memiskinkan koruptor.
Minta Bebaskan Mahasiswa yang Ditahan
Perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) DIPO, Abdul Hakim melakukan interupsi saat sesi penyampaian aspirasi di depan pimpinan DPR RI, Rabu (3/9). Dia meminta pimpinan DPR untuk menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Izin Pak Prof Dasco, Kang Saan, Kang Cucun segera telepon Kapolri sampaikan permintaan kami, kami semua di sini sepakat, semua sepakat ya kawan-kawan,” kata salah satu perwakilan HMI DIPO dan disambut kata setuju oleh mahasiswa lain yang hadir.
Ia heran mengapa aparat masih menahan mahasiswa saat aksi unjuk rasa sepekan kemarin. Ia mengatakan selama ini mahasiswa selalu melakukan aksi penyampaian aspirasi dengan tertib. Ia pun meminta pembelaan ini untuk disampaikan kepala Kapolri.
“Sampaikan bahwasanya bebaskan kawan-kawan kami, seluruh Indonesia, lepaskan. Kita ini bukan tebusan, kita ini bukan pemberontak, kita ini menyampaikan aspirasi masyarakat dengan benar,” katanya.
“Sehingga sekali lagi dengan hormat sekali lagi dengan hormat detik ini juga segera telepon Kapolri segera bebaskan kawan-kawan kami yang ditangkap, baru kita jalankan kembali forum ini,” lanjutnya.
Dasco Minta Maaf
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan permohonan maaf. Ia meminta maaf atas kekeliruan dan kekurangan para anggota DPR.
"Selaku pimpinan kami menyatakan permohonan maaf atas kekeliruan serta kekurangan kami sebagai wakil rakyat dalam menjalankan tugas dan fungsi mewakili aspirasi masyarakat yang selama ini menjadi tanggung jawab kami," kata Dasco.
Dasco memastikan DPR akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja anggota dewan agar lebih mendengarkan rakyat dan memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Ketua Harian DPP Gerindra ini mengatakan, pertemuan tersebut sebagai upaya DPR dalam menyerap aspirasi masyarakat. Ia mengatakan, selama ini DPR juga melakukan mekanisme yang sama
Dasco menjelaskan mengapa saat demo pekan lalu, tak ada perwakilan DPR yang menerima massa demo. Menurutnya, karena demo pekan lalu sudah disusupi penumpang gelap.
“Pada hari ini ada perwakilan dari DPR yang menerima keluar untuk aksi pengunjuk rasa. Nah tetapi kalau yang kemarin-kemarin begitu kita mau keluar, itu sudah bukan murni pengunjuk rasa, (tapi) pihak-pihak penumpang gelap yang tentunya suasana di lapangan tidak kondusif,” papar Dasco.
Saat Pekik 'Sumpah Mahasiswa' Menggema di Dalam DPR
Perwakilan organisasi mahasiswa menemui pimpinan DPR terkait penyampaian sejumlah isu hari ini, Rabu (3/9). Mereka juga memekikkan sumpah mahasiswa di depan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan wakil lainnya, Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal.
Perwakilan organisasi tersebut di antaranya Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), serta Himpunan Mahasiswa Islam – Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO).
Dari unsur BEM, hadir pula Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) faksi Kerakyatan, BEM SI faksi Rakyat Bangkit, Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nusantara), BEM Perguruan Tinggi Negeri se-Nusantara (BEM PTN se-Nusantara), Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN), serta BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (BEM PTMA).
Setelah masing-masing perwakilan menyampaikan paparannya, Koordinator BEM SI, Muzzamil Ihsan dari USU memekikkan 'Sumpah Mahasiswa'.
Teruskan Tuntutan ke DPR
Setelah Sumpah Mahasiswa dibacakan, Muzammil menyampaikan tuntutan yang dibawa ke pimpinan DPR. Tuntutan tersebut yakni:
Mengusut dugaan pelanggaran HAM selama akhir Agustus 2025 kemarin.
Mendesak RUU Perampasan Aset untuk segera dimasukkan dalam daftar Program Legislatif Nasional (Prolegnas) prioritas untuk segera rampung dalam 1 tahun ini.
Dasco, Saan, dan Cucun, ikut berdiri saat mahasiswa menyampaikan sumpah mahasiswa mereka. Setelah itu, Dasco menerima aspirasi tertulis dari Al Muzammil.
****
#JagaIndonesiaLewatFakta kumparan mengajak masyarakat lebih kritis, berperan aktif, bijak, dan berpegang pada fakta dalam menghadapi isu bangsa, dari politik, ekonomi, hingga budaya. Dengan fakta, kita jaga Indonesia bersama.
