Saat Bima Arya Temukan Miras di Warung Dekat SMA 7 Kota Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya mengunjungi SMA Budi Mulia di Kota Bogor, Senin (25/9) pagi. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas kematian Hilarius, siswa yang mati karena aksi 'bom-boman' atau gladiator yang sudah ada sejak lama di kalangan pelajar Kota Bogor.
Tak hanya di sekolah tempat Hilarius menempuh pendidikan. Bima melanjutkan kunjungan ke SMA 7 Kota Bogor. Seperti di SMA Budi Mulia, di sekolahan ini Bima juga memberikan motivasi kepada para siswa.
Namun, ada hal menarik dalam kunjungan Bima ke SMA 7 Bogor. Setelah memberi arahan ke para siswa, politisi PAN ini lantas melakukan sidak ke warung kelontong yang tak jauh dari sekolahan.
Di warung itu, Bima menjumpai adanya minuman keras. Miras itu terdiri dari 3 jeriken berisi tuak dan 33 botol bir. Bima yang terkaget atas temuan itu lantas menegur pemilik warung.
"Kita kasih peringatan, kalau masih jual ini lagi kita tutup. Nanti kita sidak resmi, ya pak ya," tegas Bima ke pemilik warung.
Sementara itu, pemilik warung yang bernama Marpaung mengaku baru setahun menjual miras. Dia mengaku hanya menjual bir, sedangkan tuak dikonsumsi sendiri.
"(Jual miras) Setahun lah," kata Marpaung ke awak media.
Selain itu, ia mengatakan tak menjual miras ke anak di bawah umur, seperti anak SMA.
