Saat 'Bumi Pasundan Lahir Ketika Tuhan Tersenyum' Jadi Magnet Wisata di Bandung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Landmark kota Bandung. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Landmark kota Bandung. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Malam kian larut di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, namun langkah kaki wisatawan tak kunjung surut.

Di bawah kolong jalan layang, dua kutipan terpampang di dinding beton berwarna putih. Kalimat sederhana itu justru menjadi alasan banyak orang berhenti, menepi, lalu mengabadikan momen.

Satu kutipan diambil dari budayawan Martinus Antonius Weselinus Brouwer, yakni:

“Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum”

- M.A.W. Brouwer

Kutipan itu tertulis di dinding putih. Sementara di sisi dinding lainnya ada kalimat:

“Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi”

- Pidi Baiq

Dua kutipan itu seolah menyambut siapa pun yang melintas.

Ilustrasi landmark Kota Bandung. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Deretan wisatawan terlihat bergantian berfoto. Ada yang sekadar swafoto, ada pula yang meminta bantuan teman atau keluarga, meski lalu lintas di sekitarnya padat dan kendaraan terus melintas.

Wisatawan asal Bekasi, Nisa, mengaku sengaja mendatangi tempat tersebut untuk berfoto karena kutipan tersebut terasa personal.

"Kalimatnya dalem banget, Bandung itu selalu punya cerita buat aku, jadi pas liat tulisan itu pengen aja gitu buat foto di situ," ucap Nisa kepada kumparan, Kamis (25/12).

Di bawah kolong jalan layang, dua kutipan terpampang di dinding beton berwarna putih jadi daya tarik wisatawan di Bandung, Kamis (25/12/2025). Foto: kumparan

Tak berbeda dengan Nisa, Iky, wisatawan asal Bandung Barat, pun mengaku tertarik karena nuansa yang berbeda.

"Tulisannya unik, sederhana tapi ikonik. Tulisan di tembok, lampu malam, sama suasana ramai bikin fotonya kerasa Bandung banget," katanya.

Di bawah kolong jalan layang, dua kutipan terpampang di dinding beton berwarna putih jadi daya tarik wisatawan di Bandung, Kamis (25/12/2025). Foto: kumparan

Meski berada di area lalu lintas yang ramai, wisatawan tetap bergantian menunggu giliran berfoto. Beberapa petugas dan pembatas jalan terlihat berjaga untuk memastikan aktivitas swafoto tidak mengganggu arus kendaraan.

Di Bandung, daya tarik wisata tak selalu berupa bangunan megah atau pertunjukan besar. Terkadang, cukup dengan kata-kata di dinding, orang-orang rela berhenti sejenak, menyimpan kenangan, sekaligus membawa pulang sepotong rasa tentang Bandung.