Saat Buru Palasik Ternak, Warga Temukan Gua Misterius di Balik Air Terjun

23 Juni 2020 12:30 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mangatur Hutasoit, warga setempat mengisahkan peristiwa ganjil atas kematian ratusan ternak milik warga Pargompulon, Desa Pohan Tonga. Foto: ANTARANEWS
zoom-in-whitePerbesar
Mangatur Hutasoit, warga setempat mengisahkan peristiwa ganjil atas kematian ratusan ternak milik warga Pargompulon, Desa Pohan Tonga. Foto: ANTARANEWS
ADVERTISEMENT
Seorang warga Desa Pohan Tonga, Siborongborong, Tapanuli Utara, Mangatur Hutasoit (49) dan rombongan menemukan sebuah gua saat memburu palasik, makhluk misterius pengisap darah ternak. Yang membuat tak biasa, gua tersebut terletak di balik air terjun. Warga setempat meyakini, tempat tersebut angker.
ADVERTISEMENT
"Sejauh lebih kurang dua kilometer arah selatan kediaman korban terdapat sebuah gua yang tersembunyi di balik curahan air terjun di hutan Simarunjal-unjal," kata Mangatur kepada Antara, Senin (22/6).
Gua tersebut tersembunyi di balik air terjun dengan tinggi lebih dari tiga meter. Gua itu terlihat menyembul dari sisi tebing dengan tinggi lebih dari 40 meter.
Untuk menuju lokasi tersebut ada dua jalan yang bisa ditempuh. Pertama, rombongan bisa melewati jalan hutan yang dipenuhi ilalang dan rumput liar dengan medan curam. Atau dengan menyeberangi sungai.
"Saat kami akan menuju gua yang hanya dapat ditempuh dengan menyelami permukaan air sungai, kondisi hujan yang terus mengguyur membuat permukaan air sungai kian meninggi di dasar air terjun," tambahnya.
Palasik ternak di Tapanuli Utara. Foto: Dok. ANTARANEWS
Karena kondisi cuaca yang tak mendukung, rombongan memilih tak masuk ke dalam gua. Selain itu, seekor anjing pemburu milik salah satu rombongan tiba-tiba ketakutan. Atas hal itu, kegiatan perburuan hanya dilakukan di tepian kubangan air terjun.
ADVERTISEMENT
Di lokasi tersebut, pemburu menemukan jejak asing makhluk misterius yang tertancap di atas permukaan pasir di tepi sungai.
Menjelang malam, rombongan kemudian pulang ke perkampungan dengan menelusuri arus sungai. Sebab, jalanan hutan curam dan licin.
"Memilih jalur pulang dengan berjalan di kedalaman air setinggi pinggang melawan arus sungai membawa kami pada temuan-temuan lainnya," tambah Mangatur.
Setelah berjalan sejauh 500 meter, pemburu kembali menemukan banyak cakaran yang cukup dalam pada pohon di pinggir sungai. Menurut Mangatur, jejak tersebut kemungkinan milik lebih dari satu ekor beruang madu, bukan jejak cakaran harimau.
"Setelah berjalan cukup lama dengan menyusuri arus balik sungai, akhirnya kami sampai," pungkasnya.
Sebelumnya, Warga Desa Pohan Tonga, Siborongborong, Tapanuli Utara, resah akibat kemunculan sosok pengisap darah atau palasik terhadap hewan ternak. Berdasarkan keterangan warga, palasik itu sudah membunuh ratusan hewan ternak.
ADVERTISEMENT
Sejumlah hewan ternak yang mati mulai dari ayam, bebek, hingga babi. Kepala Desa Pohan Tonga menyebut, kemunculan petaka ini sudah terjadi selama beberapa hari.
Hanya saja, masih belum bisa dipastikan seperti apa sosok pengisap darah (palasik) ternak tersebut.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.