Saat Ganjar Kaget Guru PAUD di Batang Jateng Dapat Upah Rp 600 Ribu per Tahun

16 Januari 2024 23:03 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo menemui himpunan guru PAUD di kawasan Agro Wisata Selopajang Timur di Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Selasa (16/1/2024). Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo menemui himpunan guru PAUD di kawasan Agro Wisata Selopajang Timur di Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Selasa (16/1/2024). Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Capres 03 Ganjar Pranowo mendengar keluhan dari berbagai guru PAUD di kawasan Agro Wisata Selopajang Timur di Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Selasa (16/1).
ADVERTISEMENT
Pantauan kumparan, awalnya seorang guru bertanya kepada Ganjar terkait jumlah gaji mereka setiap tahunnya.
"Pak pengin tahu enggak upahnya berapa?," tanya seorang ibu guru PAUD.
"Boleh boleh," jawab Ganjar.
"Rp 600 ribu," jawab mereka.
Mendengar hal itu Ganjar awalnya tak terkejut. Capres nomor urut 3 itu baru kaget saat mendengar Rp 600 ribu itu dibayar untuk gaji setahun.
"Rp 600 ribu selama 1 tahun diberikan setiap?," tanya Ganjar.
"Bulan Desember, akhir tahun," jawab guru.
Merespons hal itu, mantan Gubernur Jateng itu mengaku sedang merumuskan formula terbaik untuk sistem pendidikan nasional agar para guru mendapatkan hidup yang baik.
"Saya sedang meminta kawan-kawan saya untuk membantu saya merumuskan ulang soal sistem pendidikan nasional kita. Urut-urutannya mulai dari PAUD, TK, SD sampai S3, kita tata ulang coba seperti apa," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Selama memimpin Jateng, lanjut Ganjar, dia mengaku berhasil membantu warga miskin untuk mendapatkan pendidikan. Dia pun meminta maaf jika guru PAUD merasa belum mendapatkan upah yang layak. Ganjar berjanji akan memperhatikan nasib guru PAUD jika terpilih jadi Presiden di Pilpres 2024.
"Saya minta waktu dari teman untuk merumuskan hal ini. saya bisa membuat SMK gratis untuk orang miskin. Saya bisa memberikan gaji setidaknya sesuai dengan UMK masing-masing dan itu terjadi," bebernya.
"Saya bisa memberikan guru agama tunjangan meskipun tidak banyak dan lebih besar dari PAUD, saya harus minta maaf. Saya hari ini merasa bersalah, seharusnya memang PAUD juga mendapatkan hal serupa," tandasnya.