Saat Gempa Dahsyat Mengguncang Filipina: Getaran Awalnya Pelan lalu Makin Kuat
·waktu baca 2 menit

Christine Sierte pada Jumat (10/10) sedang rapat daring di sebuah sekolah di Manay, Filipina bagian selatan. Tiba-tiba guncangan hebat terjadi.
Ternyata Sierte tengah mengalami guncangan besar akibat gempa 7,5 magnitudo yang berpusat di Filipina bagian selatan, tepatnya di Davao. Gempa di sana memicu peringatan tsunami.
Saat dihubungi kantor berita AFP, Sierte menyebut guncangan gempa begitu dahsyat.
"Awalnya sangat pelan, lalu semakin kuat. Itu adalah waktu terlama dalam hidup saya. Kami tidak bisa langsung keluar dari gedung karena guncangannya sangat kuat," ujar Sierte.
"Langit-langit beberapa kantor runtuh, tetapi untungnya tidak ada yang terluka," kata dia.
Sierte menjelaskan, sekitar 1.000 siswa di sekolah tempatnya mengajar mengalami kepanikan saat gempa. Akibatnya beberapa di antaranya sesak napas.
Pengalaman serupa dirasakan jurnalis di Davao, Kath Cortez. Rumah tempat keluarganya tinggal retak karena dahsyatnya gempa.
"Saya terkejut dengan kekuatannya. Saya baru saja bangun dan hendak mandi," kata dia.
Gubernur Davao Oriental, Edwin Juhabib, mengatakan gempa menyebabkan kerusakan di sejumlah gedung. Tapi, belum ada data mengenai seberapa masif kerusakan atau pun seberapa banyak korban jiwa dan luka.
“Beberapa gedung dilaporkan hancur,” kata Juhabib seperti dikutip dari Reuters.
Presiden Filipina Ferdinad Marcos Jr mengatakan, otoritas gempa sedang menilai dampak kerusakan. Upaya pencarian dan penyelamatan korban juga sudah dipersiapkan.
"Kami bekerja sepanjang waktu untuk memastikan bantuan menjangkau semua orang yang membutuhkan," kata Marcos.
Gempa di Filipina juga memicu tsunami minor di Sulawesi Selatan dengan ketinggian 3 hingga 11 cm.
