Saat Jemaah Haji Lansia Terpisah Rombongan, Pilih Lanjutkan Sai dengan Petugas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nurhayanah, jemaah yang terpisah dari rombongan saat berada di Masjidil Haram. Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Nurhayanah, jemaah yang terpisah dari rombongan saat berada di Masjidil Haram. Foto: Moh Fajri/kumparan

Seorang jemaah lansia tampak mondar-mandir di sekitar tempat sai. Ia terlihat seperti kebingungan mencari rombongannya, Selasa dini hari (20/5).

Sai merupakan salah satu ibadah yang dilakukan jemaah haji atau umrah, yakni berrjalan atau berlari-lari kecil sebanyak 7 kali antara bukit shafa dan Marwah di dalam Masjidil Haram.

Ia lalu menghampiri petugas yang berpapasan dengannya sekitar pukul 01.35 Waktu Arab Saudi. Ternyata, perempuan yang diketahui bernama Nurhayanah itu terpisah dari rombongan saat melaksanakan tawaf umrah wajib.

Di pertengahan umrah, jemaah berusia 69 tahun asal Bengkulu itu batal wudhunya. Akhirnya, ia mencari tempat wudhu ditemani Azu, teman sekamarnya. Nah, setelah berwudhu itu, Nurhayanah tak lagi melihat jejak rombongannya.

Nurhayanah tidak membawa ponsel. Ia hanya tahu dari Azu kalau rombongannya sudah selesai tawaf dan melanjutkan sai. Nurhayanah lalu menyelesaikan kewajiban tawaf bersama Azu.

Setelah itu, mereka berdua kebingungan mencari lokasi sai sampai akhirnya bertemu petugas haji. “Pak, kalau sai ke mana ya? Apakah kita bisa ikut sai sama-sama,” tanya Azu kepada petugas.

Jemaah haji melaksanakan salat Jumat di sekitar Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, pada 16 Mei 2025. Foto: Dok Makkah Region

Petugas lalu mengajak Nurhayanah dan Azu untuk menjalankan sai bersama-sama. Sepanjang prosesi, Nurhayanah tampak tersenyum melihat sepanjang jalan dari bukit Safa ke Marwah.

Saat putaran kedua, Nurhayanah minta berhenti sejenak untuk meminum air zamzam. Sepanjang perjalanan ada raut bahagia dari Nurhayanah saat berjalan dari ujung ke ujung.

“(Sering jalan kaki?) iya jalan kali kalau di rumah,” kata Nurhayanah sambil bercerita kebiasaannya masih sering ke sawah.

Nurhayanah (kiri) dan Azu (kanan), jemaah yang terpisah dari rombongan saat berada di Masjidil Haram. Foto: Moh Fajri/kumparan

Pelan tapi pasti, Nurhayanah dan Azu menyelesaikan sai pada sekitar pukul 02.50 Waktu Arab Saudi. Mereka berdua tersenyum bahagia usai melaksanakan ibadah tersebut.

“Terima kasih sekali lagi ya pak, ini pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Semoga Bapak-Bapak berlipat pahalanya,” ujar Azu.

“Sama-sama Bu, semoga sehat-sehat terus, lancar ibadahnya,” jawab petugas haji.

Setelah itu, mereka berdua melanjutkan tahalul atau mencukur rambut ditemani petugas haji. Saat hendak diantar menuju terminal Syib Amir untuk naik bus Shalawat menuju hotel, Nurhayanah dan Azu tiba-tiba bertemu dengan rombongannya.

Mereka lalu berpamitan dengan petugas haji. Lambaian tangan dan senyum bahagia mengiringi perjalanan Nurhayanah dan Azu menuju tempat penginapannya.