Saat Jokowi Tampil Pakai Kemeja Biru Muda usai Putusan MK soal Ijazah Gibran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden ke-7 Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan di kediamannya di Solo. Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden ke-7 Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan di kediamannya di Solo. Dok. kumparan

Momen Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengenakan kemeja biru muda menjadi sorotan di media sosial. Kemeja biru muda identik dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Momen itu muncul dua hari setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan terkait gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang diajukan Denny Indrayana dan sejumlah pemohon lainnya.

Di momen ini, Jokowi memberikan tanggapan terkait keputusan MK hingga pertemuannya dengan Prabowo pada Selasa (6/10) malam.

Ketua Bidang Politik DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menilai penggunaan kemeja biru muda oleh Jokowi merupakan hal biasa. Menurutnya, Jokowi tidak selalu mengenakan kemeja putih dalam setiap kesempatan.

“Ya, itu biasa. Kadang-kadang juga dalam (kesempatan) tertentu pakai batik, kadang juga pakai baju biru muda. Yang enggak pernah tuh pakai baju hitam,” kata Bestari saat dihubungi, Jumat (9/10).

Senada dengan Bestari, ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, mengatakan Jokowi memang biasa mengenakan kemeja biru muda.

“Pak Jokowi memang biasa menggunakan pakaian kemeja biru muda,” kata dia.

Di sisi lain, Bestari juga menanggapi pernyataan Jokowi yang belakangan menyebut Pemilu 2029 masih jauh ketika ditanya mengenai peluang Prabowo Subianto dan Gibran kembali maju untuk dua periode.

Menurut Bestari, pernyataan tersebut tidak berarti Jokowi mengubah sikap politiknya. Ia menyebut PSI belum menerima arahan baru dari Jokowi mengenai dukungan terhadap pasangan Prabowo-Gibran.

“Walaupun Pak Jokowi menginginkan Prabowo-Gibran dua periode, tetapi kan untuk mewujudkan itu memang masih jauh,” ujar Bestari.

Ia menambahkan, PSI belum bertemu langsung dengan Jokowi untuk membahas perkembangan sikap politiknya. Saat ini, partainya tengah mengatur waktu untuk bertemu dengan Jokowi di Solo.

“Sudah pokoknya yang statement terdahulu belum berubah berarti,” katanya.

Bestari menegaskan, hingga saat ini PSI masih berpegang pada pernyataan Jokowi sebelumnya yang mendukung Prabowo-Gibran untuk dua periode. Meski demikian, ia mengakui Pemilu 2029 masih jauh, sebagaimana disampaikan Jokowi.

“Ya, seperti itu. Namun demikian, memang pemilu masih jauh seperti yang diisyaratkan Pak Jokowi,” tuturnya.