Saat Kasih Sayang Keluarga Terus Melimpah ke Pangeran Alwaleed Sebelum Wafat
·waktu baca 2 menit

Pangeran Alwaleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang dikenal luas sebagai “pangeran tidur” (The Sleeping Prince), meninggal dunia setelah lebih dari 20 tahun dalam kondisi koma akibat kecelakaan mobil pada 2005. Tapi, sebelum wafat, tak satupun keluarganya yang menyerah demi memperjuangkan kehidupannya.
Sosok keluarga yang terbilang vokal dalam membagikan kasih sayang yang besar adalah ayahnya, Pangeran Khaled Bin Talal. Mengutip dari Gulf News Sabtu (19/7), di tengah situasi panjang yang penuh ketidakpastian, ia tetap teguh menjaga harapan dan menolak mencabut alat bantu hidup anaknya hingga akhir hayatnya.
BBC Arabic melaporkan bahwa dedikasi Pangeran Khaled mencerminkan ikatan emosional dan spiritual yang kuat antara ayah dan anak. Ia berpegang teguh pada keyakinan bahwa mukjizat bisa terjadi, dan berharap putranya bisa pulih suatu hari nanti.
Berdasarkan penelusuran kumparan, cinta dan dukungan yang diterima Pangeran Alwaleed dari keluarga-keluarganya juga bisa terlihat di akun X miliknya Pangeran Khaled yang bernama @allah_cure_dede. Dalam unggahan terakhir sebelum Alwaleed meninggal, yakni pada 8 Juni 2025, sang ayah membagikan foto saat mengunjungi almarhum bersama 2 anaknya yang lain dalam rangka merayakan Idul Adha.
Ia pun menyertakan narasi menggunakan bahasa Arab yang isinya adalah doa bagi Alwaleed.
Pangeran Alwaleed mengalami koma di usia 15 tahun setelah mengalami cedera otak parah dalam kecelakaan lalu lintas saat menempuh pendidikan militer di London. Sejak saat itu, ia menjalani perawatan intensif di King Abdulaziz Medical City di Riyadh. Namun, kondisinya tak kunjung pulih sepenuhnya.
Keluarga kerajaan Saudi mengumumkan kepergian Alwaleed melalui media sosial. Ayahnya, Pangeran Khaled, mengunggah ucapan belasungkawa di platform X dan memohon doa untuk putranya.
"Kami berserah pada kehendak Allah dan dengan hati penuh kesedihan kami mengumumkan kepergian putra kami tercinta. Semoga Allah merahmatinya," tulisnya.
Jenazah Pangeran Alwaleed telah dimakamkan pada Minggu (20/7) setelah disalatkan di Masjid Imam Turki bin Abdullah di Riyadh. Kematian sang pangeran menjadi simbol duka dan juga penghormatan atas cinta seorang ayah yang tak mengenal lelah selama dua dekade menjaga harapan.
