Saat Kasus COVID-19 Menurun, India Terus Alami Krisis Stok Vaksin
·waktu baca 2 menit

Kasus harian corona di India terus menunjukkan penurunan beberapa waktu belakangan ini. Tetapi, meski ada kabar baik , kabar buruk lainnya datang dari stok vaksin COVID-19 di negara berpenduduk 1,3 miliar orang ini.
Pada Selasa (25/5), India mencatat 196.427 kasus harian baru dalam kurun waktu 24 jam. Ini merupakan yang terendah sejak 14 April lalu. Kini, total kasus COVID-19 di India sudah mencapai 26,95 juta.
Sementara, kematian akibat corona bertambah 3.511 jiwa, sehingga total pasien yang meninggal dunia mencapai 307.231.
Pemangku jabatan di pemerintahan India mengatakan bahwa negaranya mengalami kekurangan stok vaksin. Ia mengaku kini persoalan stok vaksin menjadi sumber kekhawatiran utama.
Dikutip dari Reuters, baru sekitar 3% dari total populasi India yang sudah menerima vaksinasi corona. Artinya, penerima vaksinasi di India baru sekitar 39 juta orang.
Program vaksinasi di India termasuk salah satu yang paling lambat di antara 10 negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia.
Menurut para ahli, lambatnya vaksinasi ini menyebabkan India rentan terhadap potensi gelombang ketiga pandemi corona.
Serum Institute of India, sebuah institut yang memproduksi vaksin AstraZeneca, dan Bharat Biotech yang menyediakan vaksin Covaxin, mengatakan bahwa keduanya tengah mempercepat produksi mereka, tetapi nyatanya suplai vaksin masih belum bisa mencukupi jutaan dosis yang dibutuhkan India.
Di tengah krisis suplai vaksin ini, beberapa pemerintah negara bagian India, bahkan hingga ke tingkat kota seperti Mumbai, meluncurkan tender global atau mencari surat penyampaian minat dari berbagai perusahaan produsen vaksin lainnya, seperti Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson, untuk suplai vaksin darurat.
Wakil Ketua Menteri Delhi, Manish Sisodia, menyalahkan pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi atas buruk dan lambannya penanganan pasokan vaksin untuk India.
“Ini adalah blunder global,” kritik Sisodia.
Negara bagian Punjab menerima penolakan dari beberapa produsen vaksin dari luar India atas upayanya dalam menyuplai vaksin COVID-19 secara langsung. Sementara Uttarakhand memperpanjang tender global mereka hingga akhir Mei usai gagal memperoleh tawaran tender.
“Program vaksinasi kita sangat kacau dan masyarakat kita menderita dan putus asa,” kata Pemimpin oposisi Kongres, Anand Sharma. Ia menegaskan PM Narendra Modi untuk mengesampingkan politik dan mulai fokus membantu pemerintahan negara-negara bagian dalam menyediakan vaksin.
Pfizer mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan pemerintah India untuk bisa menyuplai vaksin mereka ke India. Vaksin Pfizer sendiri masih harus diizinkan terlebih dahulu penggunaannya oleh Badan Pengawas Obat-obatan India.
“Pfizer terus berkomitmen untuk melanjutkan hubungan dengan pemerintah India untuk dapat menyediakan penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer BioNTech di India,” seorang juru bicara Pfizer mengatakan pada Reuters.
