Saat Palestina Bela Macron dari Serangan Netanyahu
·waktu baca 2 menit

Kemlu Palestina membela Presiden Emmanuel Macron dari kecaman Israel serta kelompok kanan. Rencana Prancis mengakui Palestina menjadi pemicu serangan Zionis atas Macron.
Lewat keterangan pada Senin (14/4), Kemlu Palestina mengutuk keras kritikan PM Israel Benjamin Netanyahu terhadap Macron. Dia menyebut pernyataan Netanyahu terhadap Macron semata bertujuan menyulut permusuhan terhadap two state solution.
“Kementerian mengutuk keras serangan yang tidak dapat dibenarkan dan pernyataan yang menyinggung dilontarkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan putranya terhadap Presiden Emmanuel Macron," kata kementerian yang berpusat di Ramallah itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP.
"Kementerian menganggap pernyataan-pernyataan ini sebagai pengakuan yang jelas atas permusuhan Netanyahu yang terus berlanjut terhadap perdamaian berdasarkan two state solution, serta penolakan terang-terangan terhadap legitimasi internasional dan preferensi yang terus-menerus terhadap kekerasan dan solusi militer daripada jalur politik,” sambung Kemlu Palestina.
Rencananya Prancis akan mengakui Palestina pada Juni mendatang. Hal itu diumumkan Macron lewat wawancara dengan media lokal Prancis yang disiarkan pekan lalu.
Macron berharap langkah Prancis mengakui Palestina bisa diikuti negara-negara lain. Prancis akan menjadi kekuatan besar Eropa yang mengakui kedaulatan Palestina.
Mendengar niat Macron, Netanyahu naik pitam. Netanyahu menuding Macron bertindak salah dengan berencana mengakui Palestina.
“Presiden Macron sangat keliru dalam terus mempromosikan gagasan negara Palestina di jantung tanah kami, negara yang satu-satunya aspirasinya adalah penghancuran Israel," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
