Saat Para Anggota DPRD Tangerang Batal Pakai Baju Dinas Berbahan Louis Vuitton

11 Agustus 2021 8:28 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gedung DPRD Kota Tangerang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gedung DPRD Kota Tangerang. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Asa para anggota DPRD Kota Tangerang menggunakan baju dinas berbahan brand mewah, Louis Vuitton, pupus. Setelah mendapatkan sorotan masyarakat luas kebijakan tersebut akhirnya dibatalkan.
ADVERTISEMENT
Ramai kabar penggunaan brand mewah untuk baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang ini mulanya dibenarkan oleh Pokja ULP Hadi Sudibjo. Dia mengatakan, ada empat merek pakaian yang akan digunakan dalam pengadaan baju dinas tahun 2021.
"Ada empat bahan, salah satunya Louis Vuitton," kata Hadi, Selasa (10/8).
Ia menambahkan merek Louis Vuitton akan digunakan untuk pakaian dinas harian (PDH). Kemudian, merek Lanificio Di Calvino untuk pakaian sipil resmi (PSR). Untuk pakaian sipil harian (PSH) akan menggunakan merek Theodoro. Sementara itu, pakaian sipil lengkap (PSL) menggunakan Thomas Crown.
Brand tersebut rencananya dipakai oleh 50 anggota dewan. Anggaran pengadaan baju dinas itu mencapai Rp 675 juta. Biaya jaitnya mencapai Rp 600 juta.
ADVERTISEMENT
Pengadaan baju dengan nilai itu pun diketahui naik dari anggaran tahun 2020. Pada tahun 2020, anggaran beli bahan baju dinas sebesar Rp 312,5 juta. Namun, ongkos jahit tetap harganya Rp 600 juta untuk 50 anggota dewan.
Sorotan Masyarakat
Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo bicara soal kemungkinan pembatalan pengadaan bajudinas tersebut. Ia mengatakan, opsi itu ditempuh usai penggunaan bahan tekstil untuk pakaian dinas menjadi sorotan lantaran masyarakat.
"Ya kita tinjau ulang, saran, ya, dibatalkan, tapi ini akan dibicarakan dulu dengan puluhan anggota dewan lainnya," kata dia.
Gatot menjelaskan, pihaknya tidak pernah meminta atau menyebutkan merek tertentu dalam pengadaan pakaian dinas yang mana. Dia juga tidak tahu menahu bahwa penggunaan bahan untuk baju dinasnya menggunakan merek terkenal.
ADVERTISEMENT
"Saya jelaskan, kalau sebetulnya pengadaan baju dinas dewan ini adalah kegiatan rutin setahun sekali. Kita juga tidak pernah sebut merek tertentu," ujarnya.
Mengacu pada situs lpse.tangerangkota.go.id, proses tender 'PENGADAAN BAHAN PAKAIAN DPRD KOTA TANGERANG' sudah dimulai sejak 10 Juni 2021.
Ada 12 tahapan hingga sampai penandatanganan kontrak kepada perusahaan pemenang. Satuan kerja dilakukan oleh Sekretariat Dewan DRPD Kota Tangerang dengan nilai pagunya Rp 675 juta.
Dalam webiste LPSE itu, penandatanganan kontrak berlangsung sejak 26 Juli sampai 30 Juli 2021. Pemenang lelang adalah perusahaan atas nama CV Adhi Prima Sentosa, yang jika ditelusuri beralamat di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
CV Adhi menang lelang dengan penawaran Rp 667.500.000. CV Adhi ini menjadi pemenang mengalahkan 109 peserta lainnya. Jika dilihat dari situs LPSE itu, CV Adhi ini memberikan penawaran nomor dua tertinggi ketimbang perusahaan lainnya.
ADVERTISEMENT
Namun sayangnya, dalam website LPSE itu, tidak dirinci bahan baju dinas yang ditawarkan CV Adhi itu. Hingga saat ini, belum ada keterangan dari CV Adhi terkait hal itu.
Ilustrasi Louis Vuitton. Foto: Shutter Stock
Tok! Pengadaan Dibatalkan
Setelah menggelar rapat internal, Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot menyatakan kebijakan ini batal.
"Ya, setelah rapat tadi, kami sepakat untuk dibatalkan pengadaan baju dinas di tahun 2021," kata dia.
Pembatalan ini disetujui oleh seluruh anggota dewan.
"Hal ini setelah mendengar masukan dari berbagai pihak, dan disetujui oleh seluruh anggota," ujarnya.
Sementara itu, Louis Vuitton Indonesia memastikan pihaknya tidak pernah menyuplai bahan kain untuk baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang.
"Louis Vuitton tidak ada keterkaitan dengan pemberitaan tersebut. Brand Louis Vuitton tidak ada pengadaan fabric material [bahan kain] maupun segmen bisnis untuk uniform," kata Eunike Santosa, Communication Manager Louis Vuitton Indonesia, kepada kumparan, Selasa (10/8).
ADVERTISEMENT