Saat Para Remaja 'Preman' Ketakutan Ditangkap Polisi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Press release hasil razia preman di Polres Jaksel. (Foto: Raga Imam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Press release hasil razia preman di Polres Jaksel. (Foto: Raga Imam/kumparan)

Sebanyak 25 orang pemuda duduk bersila di halaman Mapolres Jakarta Selatan. Mereka berjajar dalam 2 baris dan dikawal beberapa orang polisi.

Rupa-rupa pakaian yang dikenakan para pemuda ini. Ada yang mengenakan celana jeans pendek, celana jeans panjang, kaos, jaket jeans, bersepatu ataupun bersandal. Usianya pun beragam, dari 15 tahun hingga 20 tahunan. Sesekali polisi menegur mereka yang duduknya tak rapi dan bercanda dengan temannya.

Mereka adalah pemuda yang dianggap sebagai preman karena meresahkan warga. Ke-25 pemuda itu ditangkap oleh jajaran Polres Jakarta Selatan di sejumlah titik seperti Pondok Labu, Gandaria dan sekitarnya pada siang tadi, Jumat (8/12).

"Mereka melakukan aktivitas parkir liar dan dianggap meresahkan masyarakat," ujar Kanit Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Bismo Teguh di Polres Jakarta Selatan.

Press release hasil razia preman di Polres Jaksel. (Foto: Raga Imam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Press release hasil razia preman di Polres Jaksel. (Foto: Raga Imam/kumparan)

Salah seorang preman yang berusia 15 tahun mengaku menyesali perbuatannya. Dengan wajah tertunduk, dia mengaku takut jika harus ditahan di Polres Jakarta Selatan.

"Saya putus sekolah, nyesel sampai ditangkap gini," kata pemuda berambut pirang itu.

Selama ini dia mengaku sering mengamen di kawasan Pondok Labu bersama kawannya. Mereka kerap mengumpat dan memaki warga yang tak mau memberikan uang.

Sementara itu Bismo mengatakan, operasi premanisme merupakan upaya cipta kondisi di wilayah Jakarta Selatan. "Ini wujud dari kepedulian kita untuk menciptakan suasana yang kondusif," katanya.

Bimo mengatakan, jika tindak premanisme berhasil ditertibkan, Polres Jaksel dapat lebih fokus mengungkap kasus-kasus besar. Menurut Bimo, upaya cipta kondisi ini bukan hanya karena menjelang Natal, tahun baru, ataupun Asian Games. Operasi ini murni untuk menghilangkan keresahan di lingkungan masyarakat.

"Jika kita mengamankan preman ini, kita akan fokus untuk mengungkap kasus-kasus besar," ujarnya.

Bismo mengatakan, pihaknya akan menyerahkan para pemuda tersebut ke Dinas Sosial Jakarta Selatan. Penanganan selanjutnya akan diserahkan ke Dinsos.