Saat Peron Jadi Tempat Sujud: Salat Jumat di Stasiun KRL Kampung Bandan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga dan penumpang kereta melakukan Salat Jumat di sekitar peron Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Jumat (19/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga dan penumpang kereta melakukan Salat Jumat di sekitar peron Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Jumat (19/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, mendadak berubah fungsi setiap Jumat siang. Area peron yang biasanya dipenuhi penumpang lalu lalang ini menjadi tempat pelaksanaan Salat Jumat.

Kondisi ini terjadi karena keterbatasan daya tampung Masjid Jami' Al-Hidayah. Masjid berukuran kecil ini terletak di pintu utara pemukiman warga dan posisinya menempel langsung dengan bangunan Stasiun Kampung Bandan.

Setiap waktu Salat Jumat tiba, kapasitas masjid tidak mampu menampung jumlah jemaah. Jemaah yang datang merupakan gabungan dari warga pemukiman sekitar hingga penumpang KRL Commuter Line yang sengaja turun untuk beribadah.

Karena bagian dalam masjid sudah penuh, jemaah terpaksa meluber ke dalam stasiun. Mereka memanfaatkan ruang kosong untuk menggelar sajadah yang dibawa masing-masing.

Warga dan penumpang kereta melakukan Salat Jumat di sekitar peron Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Jumat (19/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Pantauan di lokasi, saf jemaah tersebar di beberapa titik stasiun. Area utama berada di peron jalur bawah, khususnya peron arah Angke atau Tanah Abang. Selain di peron, saf salat juga memenuhi jembatan penyeberangan antarperon hingga area sekitar anak tangga stasiun.

Pihak stasiun memberikan toleransi khusus selama ibadah berlangsung. Pagar pembatas dibuka oleh petugas agar jemaah dari luar stasiun bisa masuk ke area peron tanpa harus melakukan pengetukan kartu (tapping). Petugas pun tampak berjaga.

Warga dan penumpang kereta melakukan Salat Jumat di sekitar peron Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Jumat (19/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Salah seorang warga setempat, Fandi (28), mengatakan sudah biasa menunaikan Salat Jumat di dalam stasiun karena jarak rumahnya yang dekat.

"Sering Salat di sini, rumah saya dekat sini," kata Fandi saat ditemui di lokasi, Jumat (19/6).

Menjalankan ibadah di tengah stasiun yang aktif membuat jemaah harus terbiasa dengan suara operasional kereta. Pengeras suara stasiun tetap berbunyi mengumumkan jadwal, dan deru KRL sesekali melintas di samping saf salat.

“Walaupun agak berisik kalau kereta lewat, kadang kaget juga dengar klakson kereta, ya suasananya beda lah mas," ucap Fandi.

Warga dan penumpang kereta melakukan Salat Jumat di sekitar peron Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Jumat (19/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
Warga dan penumpang kereta melakukan Salat Jumat di sekitar peron Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Jumat (19/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Mengenai aturan dari pihak stasiun, Fandi menjelaskan petugas memaklumi kondisi tersebut dan membantu akses masuk jemaah.

"Sejauh ini sih keliatannya pihak stasiun enggak pernah negor. Itu juga pagar dibukain kan, jadi enggak perlu pakai kartu buat masuk stasiunnya," jelasnya.

Warga dan penumpang kereta melakukan Salat Jumat di sekitar peron Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Jumat (19/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
Warga dan penumpang kereta melakukan Salat Jumat di sekitar peron Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Jumat (19/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Setelah salat selesai, aktivitas stasiun langsung kembali normal dengan cepat. Jemaah segera melipat sajadah mereka.

Warga lokal langsung bergerak keluar meninggalkan stasiun, sementara jemaah yang merupakan penumpang KRL langsung berdiri mengantre di peron untuk menunggu datangnya kereta dan melanjutkan perjalanan.