Saat Prabowo dan Albanese 'Jajal' Kapal Induk Terbesar Australia HMAS Canberra
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Australia, Rabu (12/11). Ia bertemu Perdana Menteri Antony Albanese.
Prabowo dan Albanese sempat menjajal kapal induk terbesar milik Australia yakni HMAS Canberra.
Terlihat mereka sama-sama menggunakan jas formal hitam dan topi bertuliskan LHD-02 HMAS Canberra.
Prabowo didampingi Menlu Sugiono, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, dan Seskab Teddy Indra Wijaya.
Prabowo sempat berbincang dengan awak HMAS Canberra. Setelah itu, sempat ada pertunjukan flying pass dari angkatan udara Australia.
Sekilas Kapal HMAS Canberra
HMAS Canberra (L02) merupakan kapal serbu amfibi atau Landing Helicopter Dock (LHD) milik Royal Australian Navy (RAN) yang menjadi simbol kekuatan maritim Australia.
Kapal ini adalah kapal terbesar yang pernah dioperasikan RAN, dengan bobot penuh sekitar 27.500 ton dan panjang 230 meter.
Kapal ini dibangun berdasarkan rancangan kapal serbu amfibi kelas Juan Carlos I milik Spanyol. Lambungnya dibuat oleh Navantia di Ferrol, Spanyol, kemudian dikirim ke Williamstown, Melbourne, untuk proses akhir oleh BAE Systems Australia. HMAS Canberra resmi diluncurkan pada 17 Februari 2011 dan diterima RAN pada 28 November 2014.
Sebagai kapal serbu amfibi, HMAS Canberra tidak berfungsi sebagai kapal induk tempur seperti yang dimiliki Amerika Serikat, namun memiliki kemampuan membawa hingga 18 helikopter, serta menampung lebih dari 1.000 pasukan dan lebih dari 100 kendaraan militer, termasuk tank tempur utama.
Kapal ini memiliki dek penerbangan penuh dengan ski-jump ramp, serta ruang dok di bagian bawah untuk peluncuran kapal pendarat (Landing Craft).
Selain misi militer, HMAS Canberra dirancang untuk operasi kemanusiaan dan bantuan bencana, menjadikannya salah satu aset paling fleksibel dalam armada Australia. Kapal ini dan kapal kembarnya, HMAS Adelaide (L01), memperkuat kemampuan Australia dalam melakukan proyeksi kekuatan dan operasi gabungan di kawasan Indo-Pasifik.
