Saat Prabowo Kunjungi Nganjuk, Resmikan Museum Marsinah dan Ziarah ke Makamnya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto usai berpidato di Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto usai berpidato di Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto datang keDesa Nglundo, Sukomoro, Nganjuk, Jawa Timur untuk meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah, Sabtu (16/5).

Terlihat ia didampingi oleh Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Wamentan Sudaryono, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Kedatangan Prabowo juga disambut oleh ribuan buruh yang telah menunggu sepanjang jalan menuju pintu masuk Desa Nglundo. Mereka membawa bendera dari masing-masing organisasi buruh.

Setelah itu, Prabowo sempat melihat rumah asli milik Marsinah. Di sana, tampak ia berbincang dengan keluarga Marsinah.

Kemudian, Prabowo memasuki halaman depan museum. Sambil mengiringi kedatangan Prabowo, para buruh menyanyikan lagu "Bangun Pemudi Pemuda".

Resmikan Museum Ibu Marsihan

Presiden Prabowo Subianto menanda tangani batu peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Prabowo meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah pada kesempatan itu. Marsinah sendiri merupakan seorang tokoh buruh asal Nganjuk yang tewas mengenaskan pada Mei 1993 setelah memimpin unjuk rasa menuntut kenaikan upah buruh.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini Sabtu, 16 Mei 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah," kata Prabowo di lokasi.

Sebelum melakukan peresmian, Prabowo meninjau museum tempat barang-barang dan hal yang berkaitan dengan Marsinah dipajang.

Adapun isi museum terdiri dari beberapa segmen yang menggambarkan perjalanan hidup Marsinah, seperti pakaian asli, tas pribadi, hingga kliping koran yang merekam peristiwa pembunuhan serta proses pengadilannya.

Setelah meresmikan museum, Kepala Negara juga akan meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Habiskan Rp 3,8 M Tanpa APBN-APBD

Suasana Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengungkapkan anggaran pembangunan Museum Ibu Marsinah & Rumah Singgah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur hampir Rp3,8 miliar.

Uang itu seluruhnya berasal dari serikat buruh, tanpa membebankan negara sama sekali.

"Total anggaran museum ini mencapai hampir Rp3,8 miliar. Saya pastikan tidak ada dana Pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD. Semua berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN," tegas Andi Gani saat peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah oleh Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Suasana Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
Suasana Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
Suasana Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Andi menjelaskan hal ini tercapai karena kekuatan ekonomi koperasi buruh KSPSI AGN yang terus berkembang. Total aset koperasi yang dimiliki jaringan pimpinan unit kerja KSPSI disebut telah mencapai Rp2,1 triliun.

"KSPSI AGN memiliki basis koperasi yang sangat kuat. Total aset koperasi buruh kami sudah mencapai Rp2,1 triliun. Ada koperasi buruh yang asetnya Rp750 miliar, ada yang Rp300 miliar," ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan Museum Ibu Marsinah & Rumah Singgah merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah sebagai simbol perjuangan kaum buruh Indonesia.

"Ini bentuk penghormatan kami kepada Ibu Marsinah sebagai pejuang buruh. Karena itu museum ini dibangun secara gotong royong oleh keluarga besar KSPSI di seluruh Indonesia," ujarnya.

Andi Gani menambahkan, museum tersebut akan dibuka untuk umum secara gratis setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Pengelolaannya juga melibatkan keluarga Marsinah serta yayasan yang dibentuk KSPSI Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Andi Gani turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang hadir langsung meresmikan museum sekaligus berziarah ke makam Marsinah.

"Ini bentuk penghormatan negara yang luar biasa kepada perjuangan buruh dan kepada Ibu Marsinah," tandas dia.

Prabowo Ziarah Makam Marsinah

Presiden Prabowo Subianto berziarah ke makam Marsinah, Sabtu (16/05/2026). Foto: Instagram/ @kemensetneg.ri

Usai meresmikan Museum Ibu Marsinah, Prabowo menyempatkan diri berziarah ke makam aktivis buruh itu.

"Usai meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan agenda dengan berziarah ke makam Marsinah," tulis akun Kementerian Sekretariat Negara (kemensetneg) dalam keterangan unggahannya.

Prabowo menghormati perjuangan Marsinah, yang dulu adalah buruh dan menuntut perbaikan nasib buruh dengan melakukan mogok kerja.

"Ziarah tersebut berlangsung khidmat dan penuh penghormatan sebagai bentuk penghargaan negara terhadap perjuangan sosok buruh perempuan yang dikenang sebagai simbol keberanian dan perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia," lanjut keterangan tersebut.

Lokasi makam Marsinah berada sekitar satu kilometer dari kompleks museum. Setibanya di area pemakaman, Presiden Prabowo langsung berjalan menuju pusara dengan didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih lalu meluangkan waktu untuk berdoa sejenak untuk mendiang Marsinah.

"Di hadapan makam Marsinah, Presiden Prabowo menaburkan bunga dan berdoa sejenak untuk mendiang Marsinah," lanjut keterangan tersebut.

Dalam acara peresmian museum sebelumnya, Prabowo juga mengungkapkan adanya aspirasi untuk menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional. Aspirasi ini datang langsung dari kalangan pekerja di Tanah Air.

"Kepala Negara mengatakan bahwa seluruh organisasi buruh sepakat menyampaikan satu nama yang dianggap mewakili perjuangan kaum pekerja di Indonesia, yakni Marsinah," tutup keterangan unggahan tersebut.

Beri Pesan ke Aparat

Presiden Prabowo Subianto berpidato saat peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo meminta TNI dan Polri mengabdi untuk rakyat, bukan menjadi backing pihak tertentu. Ia menegaskan bahwa aparat harus siap mati untuk rakyat.

"Semua aparat dari yang tertinggi sampai yang terendah harus mati untuk rakyat, bukan malah menindas rakyat," kata Prabowo saat peresmian.

Prabowo juga meminta agar tak ada lagi kasus aparat yang melanggar hukum dan tidak menegakkan keadilan.

"Saya tidak mau dengar lagi Panglima TNI, Kapolri, saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum, keadilan, dan kebenaran. Tidak boleh backing-backing macam-macam. Negara kita kaya, harus kita amankan kekayaan tersebut untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," jelasnya.

Ketua Umum Gerindra itu juga bertekad Indonesia bangkit menjadi negara yang kuat. Ia lalu membandingkan kondisi Indonesia dengan negara lain di tengah konflik di Selat Hormuz.

"Saya bertekad, saya percaya, dan saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan bangkit. Sekarang saja sudah terbukti, sekarang sudah terbukti, banyak negara yang kesulitan dan panik karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup," tandasnya.