Saat Pramono Ikut Lari 10K di JRF: Lari Menggembirakan Semua, yang Penting Enjoy

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peserta mengikuti Jakarta Running Festival 2026 di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Peserta mengikuti Jakarta Running Festival 2026 di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengikuti lomba lari kategori 10 kilometer (10K) Jakarta Running Festival (JRF) 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (25/10). Ia berlari bersama peserta lain pada gelombang ketiga dari total delapan gelombang pelari.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Pramono melakukan pemanasan bersama peserta lain sebelum lomba dimulai. Ia mengenakan kaus hitam bertuliskan JRF dengan nomor dada DKI 1 berwarna abu-abu, dipadukan dengan celana dan topi hitam serta sepatu kets putih.

Sebelum flag off, Pramono menyampaikan pesan singkat kepada para peserta. Ia berharap para pelari dapat menikmati lomba sekaligus merasakan suasana Jakarta.

“Pagi hari ini dan ini event terakhir Jakarta Running Festival, ini lari 10 km. Saya berharap karena dari kemarin acaranya begitu baik, larinya menyenangkan, lari menggembirakan semuanya,” kata Pramono.

Doorstop Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam acara Race Expo myBCA Jakarta Running Festival 2026, di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jumat (23/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Ia juga berharap para peserta dapat mencapai target waktu dan memecahkan rekor pribadi.

“Mudah-mudahan banyak yang memecahkan rekor pribadi dan yang paling penting enjoy,” ujarnya.

Flag off dimulai sekitar pukul 05.15 WIB. Bunyi terompet menandai dimulainya lomba. Para peserta tampak antusias saat mulai berlari mengikuti rute yang telah ditentukan.

Pramono berlari pada gelombang ketiga bersama peserta lainnya. Berdasarkan pantauan di lokasi, ia berada di posisi paling belakang dalam rombongan pelari pada gelombang tersebut.