Saat Putin Kenang Momen Ketika Sapa Jokowi dengan Panggilan Saudaraku

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi saat bertemu Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Kamis (30/6/2022). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi saat bertemu Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Kamis (30/6/2022). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Rusia Vladimir Putin mengenang momen ketika dipanggil ‘saudaraku’ oleh Presiden Joko Widodo. Putin mengaku menyapa Jokowi dengan sapaan serupa.

Hal itu ia diutarakan Putin saat menjadi pembicara di panel diskusi Valdai International Discussion Club ke-19 yang pada tahun ini bertemakan ‘Dunia Pasca-Hegemoni: Keadilan dan Keamanan untuk Semua’, pada 24-27 Oktober pekan lalu.

Pertemuan ini digelar di ibu kota Moskow dan dihadiri oleh 111 pakar, politikus, diplomat, dan ekonom asal Rusia – juga 40 negara asing, termasuk delegasi Indonesia yang diwakilkan oleh pengamat militer senior Connie Rahakundini Bakrie.

Ketika disinggung soal kehadiran Rusia di pertemuan puncak G20 di Bali bulan depan, Putin mengaku akan mempertimbangkan kedatangannya secara langsung dan turut menekankan hubungan yang baik antara Indonesia dan Rusia selama ini.

“Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Indonesia sepanjang sebagian besar sejarah baru-baru ini,” ungkap Putin pada Kamis (27/10), seperti dikutip dari laman resmi Kremlin.

Presiden Jokowi saat bertemu Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Kamis (30/6/2022). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

“Ketika Presiden Widodo memanggil saya, dia memanggil saya saudara, dan saya mengatakan hal yang sama kepadanya. Kami menghargai hubungan kami dengan Indonesia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Putin kemudian berterima kasih kepada Indonesia atas undangan untuk menghadiri pertemuan G20 dan berjanji akan mempertimbangkan cara terbaik demi mewujudkan partisipasinya dalam forum ekonomi internasional itu.

“Rusia pasti akan diwakili di sana pada tingkat tinggi. Mungkin saya juga akan pergi. Saya akan memikirkannya,” jelas dia.

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia tetap hangat meski konflik di Ukraina tengah terjadi. Pada Juni lalu, Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan pertama ke Moskow dan berkesempatan untuk berbincang dengan Putin secara langsung di Kremlin.

Putin mengaku tersenyum hangat kala menyambut Jokowi dan sangat senang atas kehadirannya kala itu. Hal tersebut diungkap dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kremlin, pada Kamis (30/6).

“Kami sangat senang menyambut Presiden Republik Indonesia di Kremlin. Ini adalah kunjungan pertama Bapak Joko Widodo ke Moskow sebagai Presiden. Kami senang Anda ada di sini,” kata Putin kepada Jokowi.

Suasana pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Rusia. Foto: kremlin.ru

Kedua pemimpin negara tampak duduk berdekatan – hanya dipisahkan sebuah meja kecil di antara mereka. Di meja kecil itu, kedua pemimpin negara meletakkan kertas catatan. Juga ada buket bunga sebagai pemanis.

Pun begitu usai ketika konferensi pers, jarak berdiri Putin dan Jokowi relatif dekat. Keduanya berbicara di podium.

Apa yang dilakukan Putin kepada Jokowi sangat berbeda dengan ketika bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Kremlin pada Februari 2022.

Sebelum melawat ke Moskow, Jokowi terlebih dahulu menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di ibu kota Kiev. Hasil dari pertemuan itu, Jokowi menyampaikan tujuan utamanya mengunjungi Moskow — yakni membawa pesan damai dari Kiev untuk segera menghentikan perang.

"Saya telah sampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara dua pemimpin tersebut,” ucap Jokowi dalam keterangan yang kumparan terima dari Biro Pers dan Media Sekretariat Presiden RI.

Kolase pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Presiden Jokowi dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Biro Setpres

Jokowi menegaskan bahwa selain untuk berupaya mewujudkan perdamaian, Indonesia tak punya kepentingan lain.

“Saya sampaikan Indonesia tidak memiliki kepentingan apa pun, kecuali ingin melihat perang segera selesai dan rantai pasok pangan, pupuk, energi dapat segera diperbaiki. Karena ini menyangkut kehidupan ratusan juta orang bahkan miliaran manusia,” kata Jokowi dalam konpers bersama Putin.

Jokowi pernah menyambangi Rusia pada 2016 lalu saat KTT Rusia-ASEAN di Kota Sochi. Saat itu, Jokowi juga sempat bertemu secara langsung dengan Putin.