Saat Sumatera Blackout: Cara Warga Bertahan hingga Upaya Pemulihan
·waktu baca 5 menit

Pemadaman listrik atau blackout terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5) malam. Di Medan warga menyerbu rumah makan yang terletak di Jalan Tuasan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.
Salah satu warga bernama Abraham (22 tahun), terpaksa pergi ke rumah makan karena di indekosnya, listrik padam. Ia pun mengisi daya handphone yang telah disediakan oleh pemilik rumah makan tersebut.
"Alasan kami yang pertama mati lampu juga untuk refreshing, karena di indekos suasananya panas. Jadi kami berinisiatif mencari tempat-tempat yang kebetulan rumah makan ini hidup listrik karena ada genset. Sekalian juga charger handphone," kata Abraham saat berbincang dengan kumparan, Jumat (22/5).
Hal senada diungkapkan salah satu pengunjung lainnya bernama Indah (36). Ia bersama keluarganya pergi ke rumah makan tersebut karena di rumahnya panas.
Kondisi yang sama juga dialami oleh warga Pekanbaru, Riau. Mati listrik di wilayah itu terjadi sejak Jumat (22/5) malam.
Salah seorang warga Kota Pekanbaru, Desfia Eka Putri, mengatakan, aliran listrik padam mulai sekitar pukul 20.00 WIB dan baru kembali menyala pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Kondisi rumah yang panas tanpa pendingin udara membuat dirinya memilih beristirahat di dalam mobil.
"Listrik mati dari jam 20.00 WIB malam sampai jam 02.00 WIB dini hari. Karena panas dan tidak nyaman, saya sampai tidur di mobil," kata Desfia kepada kumparan, Sabtu (23/5).
Namun, belum lama listrik kembali menyala, pemadaman kembali terjadi pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 07.00 WIB. Menurutnya, kondisi tersebut membuat aktivitas menjadi terganggu, terutama karena pasokan air ikut terhenti akibat pompa air tidak dapat digunakan.
Penjelasan PLN
Blackout itu di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera terjadi karena gangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 275 kilovolt (kV) Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi. Per Sabtu (23/5), dari total 13,1 juta pelanggan yang terdampak, 8,3 juta pelanggan sudah kembali mendapatkan akses listrik.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, sejak awal gangguan terjadi Jumat (22/5), sekitar pukul 18.44 WIB, PLN langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan pemulihan sistem kelistrikan.
Indikasi awal yang muncul, gangguan disebabkan cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera.
“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,” jelas Darmawan dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (23/5).
Ia menjelaskan, dalam waktu sekitar dua jam, jaringan transmisi yang terganggu berhasil dipulihkan kembali. Usai berhasil memulihkan jaringan transmisi, lanjut Darmawan, fokus utama PLN adalah mengoperasikan kembali pembangkit-pembangkit yang sebelumnya terdampak untuk kemudian diselaraskan kembali dengan sistem transmisi yang telah siap.
“Proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat recovery awal.
Sementara pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh,” ujarnya.
Pemulihan dilakukan secara simultan mulai dari transmisi, gardu induk, hingga pembangkit di sistem kelistrikan Sumatra. Untuk mendukung proses tersebut, PLN menerjunkan ratusan personel yang bekerja 24 jam di berbagai wilayah terdampak mulai dari Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara hingga Aceh.
Darmawan menjabarkan, hingga Sabtu (23/5) pukul 10.00 WIB, lebih dari 3.192 MW pasokan listrik telah berhasil disalurkan dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak.
Selain itu, sebanyak 157 gardu induk dari total 176 gardu induk terdampak telah kembali beroperasi. Sehingga, sebanyak 8.351.670 pelanggan terdampak juga kembali mendapat pasokan listrik.
“Saat ini seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Proses pemulihan terus berjalan dan kami all out agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman,” ujar Darmawan.
Ia menambahkan, PLN terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, aparat terkait, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses pemulihan berjalan lancar.
Seluruh upaya saat ini difokuskan untuk mempercepat pemulihan sistem agar pasokan listrik masyarakat dapat kembali normal dengan tetap menjaga keandalan sistem.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus siaga agar sistem kelistrikan bisa segera pulih dan masyarakat bisa kembali menikmati listrik dengan secepat mungkin.”
-Darmawan Prasodjo
Operasional Bandara dan Kereta Tak Terganggu
Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, beroperasi normal meskipun sejumlah wilayah di Sumatera bagian utara masih mengalami pemadaman listrik.
Direktur Operasi Angkasa Pura Aviasi, Dedi Sri Cahyono mengatakan bahwa pasokan listrik dari PLN ke bandara sempat terhenti sekitar pukul 19.00 WIB, namun telah kembali normal pada pukul 00.43 WIB.
"Bandara Internasional Kualanamu tetap beroperasi secara normal meskipun sebagian besar wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengalami pendalaman listrik. Pasokan listrik dari PLN ke bandara sempat terhenti, namun telah kembali normal," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/5).
Dedi menjelaskan, bandara Kualanamu memiliki dua sumber pasokan listrik utama dari PLN. Ia mengatakan, jika kedua sumber tersebut terputus maka pasokan listrik otomatis beralih ke genset cadangan.
Operasional kereta api di Sumatera Utara juga dipastikan tidak terganggu akibat blackout.
"Meski terjadi pemadaman, operasional KA di Sumut tetap aman. Untuk keberangkatan dan kedatangan KA pasca-pemadaman Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB hingga Sabtu (23/5) pukul 07.30 WIB, semua perjalanan KA tepat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," kata Manajer Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/5).
Seluruh pelayanan KA penumpang di sejumlah stasiun utama seperti Stasiun Medan, Tanjung Balai, Pematangsiantar dan Rantauprapat, tetap terakomodasi dengan baik tanpa mengalami keterlambatan.
Anwar mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan cadangan listrik guna antisipasi terhadap keadaan darurat.
"Pada saat terjadi pemadaman, pembangkit memerlukan beberapa waktu untuk menyala dan menghasilkan listrik yang kemudian dialirkan untuk kebutuhan seperti penerangan, penyejuk ruangan maupun yang lain. KAI Divre I Sumut menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan kereta api yang mengalami ketidaknyamanan pada saat terjadi proses peralihan sumber energi tersebut," ucap Anwar.
Anwar menambahkan, selain cadangan konvensional berupa genset, khusus untuk Stasiun Medan telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
