Saat Warga Menikmati "Musim Semi" di CFD Bundaran HI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bunga Kertas atau Bugenvil bermekaran di Kawasan Car Free Day (CFD), Bundaran HI, Jakarta, Minggu (30/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bunga Kertas atau Bugenvil bermekaran di Kawasan Car Free Day (CFD), Bundaran HI, Jakarta, Minggu (30/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Minggu pagi di Jakarta tidak hanya diisi deru kendaraan yang berubah menjadi langkah kaki dan kayuhan sepeda. Di tengah ramainya aktivitas warga saat car free day (CFD), bunga-bunga yang bermekaran di ruang terbuka ikut mencuri perhatian.

Warna-warni bunga menjadi pemandangan yang berbeda di tengah lanskap kota. Sejumlah warga berhenti sejenak, menikmati suasana di sekitar Bundaran HI. Mereka menjadikan bunga-bunga itu latar untuk mengabadikan momen.

Satria, 18 tahun, termasuk salah satunya. Bersama Hida, 20 tahun, ia memilih menghabiskan waktu di kawasan tersebut saat CFD. Bagi Satria, keberadaan bunga membuat pemandangan kota terasa lebih menarik.

“Karena pemandangannya indah, luas, terus enak dipandang,” kata Satria saat ditemui di lokasi, Minggu (30/8).

Bunga Kertas atau Bugenvil bermekaran di Kawasan Car Free Day (CFD), Bundaran HI, Jakarta, Minggu (30/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Ia mengaku tertarik menjadikan taman dan area yang memiliki bunga sebagai latar foto. Menurutnya, suasana seperti itu membuat sebuah tempat lebih enak dilihat.

“Background-nya seperti ini kayak di taman-taman, kayak ada bunga terus ada pohon-pohon yang bagus,” ujarnya.

Bagi Satria, bunga tidak sekadar menjadi penghias ruang kota. Keberadaannya juga menciptakan daya tarik tersendiri bagi warga yang datang untuk berolahraga, berjalan-jalan, atau sekadar menikmati suasana Minggu pagi.

Karena itu, ia berharap ruang-ruang dengan bunga-bunga bermekaran bisa diperbanyak. Ia bahkan menyebut penambahan taman maupun spot bunga dapat menjadi salah satu masukan untuk pemerintah.

“Berarti ya mungkin jadi masukan buat pemerintah bisa nambah taman baru apa nambah spot-spot bunga kayak gini,” katanya.

Hida turut menambahkan. Menurut dia, penambahan bunga di ruang kota juga menarik dilakukan setelah memasuki masa peralihan musim.

“Ini nambahin, nambah-nambah bunga sini apalagi kan habis musim apa sih, pancaroba,” kata Hida.

Bunga Kertas atau Bugenvil bermekaran di Kawasan Car Free Day (CFD), Bundaran HI, Jakarta, Minggu (30/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Bagi keduanya, semakin banyak ruang hijau dengan bunga, semakin banyak pula tempat yang dapat dinikmati warga. Satria menilai keberadaan bunga membuat pemandangan kota terasa lebih segar dan indah.

“Dibanyakin lagi tempatnya seperti inilah mas, kayak bunga-bunga begini,” ujarnya.

Jakarta seolah memiliki “musim semi”-nya sendiri. Bukan karena perubahan musim seperti di negara empat musim, melainkan karena bunga-bunga yang hadir di tengah ruang kota dan menjadi bagian dari aktivitas warga.

Di antara warga yang berlari kecil, berjalan santai, dan menikmati CFD, bunga menghadirkan alasan sederhana untuk berhenti. Mengambil foto, menikmati pemandangan, atau sekadar melihat suasana kota dari sisi yang berbeda.

Bagi Satria dan Hida, semakin banyak ruang semacam itu akan membuat Jakarta memiliki lebih banyak tempat untuk dinikmati warganya.