Saat Wiranto Membandingkan Jokowi, Gus Dur, dan Habibie

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Presiden Jokowi bersama B.J. Habibie (Foto: Dok. Biro Pers Kepresidenan)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi bersama B.J. Habibie (Foto: Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pernah menjadi menteri di era Presiden Soeharto, B.J Habibie, Gus Dur, dan Jokowi. Saat menghadiri diskusi KNPI bertajuk Merajut Indonesia dalam Bingkai Kebinekaan hari ini, Wiranto sempat membandingkan cara kerja tiga Presiden yang pernah menjadi atasannya.

Di antara Habibie, Gus Dur, dan Jokowi, Wiranto menyebut pemerintahan Jokowi-JK adalah yang terbaik.

"Saya jamin Jokowi-JK ini sangat bagus. Mengapa? Karena sudah 4 kali ikut pemerintahan, bukannya senang jadi menteri tapi kebetulan kinerja pemerintahan sekarang ini luar biasa, rapat terus," ujar Wiranto, Sabtu (27/5).

Menurut dia, saat BJ Habibie menjadi Presiden, rapat terbatas dengan para menteri hanya digelar sepekan dua kali. Sementara di era Gus Dur, ia tidak pernah mewajibkan menterinya untuk terus menerus ikut rapat.

"Zaman Pak Habibie rapat seminggu dua kali, kalau Pak Gus Dur, mau rajin boleh, yang penting beres," ujarnya.

Wiranto di dikusi KNPI. (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wiranto di dikusi KNPI. (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)

"Sementara Pak Jokowi rapat terbatas untuk merespons kehendak publik. Sehari bisa 2-3 kali. Seminggu bisa 2-3 kali. Memang tidak tuntas tapi kerja betul. Saya menyampaikan agar Anda punya gambaran. Saya bicara jujur. Ini bulan puasa, saya enggak bohong," lanjutnya.

Wiranto menyebut penyelenggaraan demokrasi saat ini memang belum sempurna. Ekonomi juga belum sepenuhnya stabil. Tapi, setidaknya Indonesia masih unggul dan berada di peringkat atas. "Tapi, Indonesia tidak bisa menjadi sangat sangat spektakuler dalam waktu dekat,' ujarnya.

Ia juga berpesan agar masyarakat tak ragu menyampaikan ke pemerintah mengenai aspirasi yang dirasa benar. "Kalau right, say it right. Kalau wrong, say it wrong, tapi jangan didemo terus," ujarnya.

Baca juga:

Wiranto: Indonesia Tengah Galau Hadapi Ancaman Perpecahan

Wiranto: Bom Ariana Grande dan Kampung Melayu Punya Karakter Sama