Saat Yusril Singgung Tokoh Agama Sibuk Bicara Surga-Neraka: Lupa Masalah Rakyat

4 November 2025 13:50 WIB
·
waktu baca 2 menit
Saat Yusril Singgung Tokoh Agama Sibuk Bicara Surga-Neraka: Lupa Masalah Rakyat
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mengajak tokoh agama ikut berperan aktif dalam memberantas judi online termasuk masalah lain yang dihadapi masyarakat.
kumparanNEWS
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra (kanan) dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana (kiri) di Kantor PPATK, Jakarta, Selasa (4/11/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra (kanan) dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana (kiri) di Kantor PPATK, Jakarta, Selasa (4/11/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
ADVERTISEMENT
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mengajak tokoh agama ikut berperan aktif dalam memberantas judi online termasuk masalah lain yang dihadapi masyarakat.
ADVERTISEMENT
Ia berharap, bahaya judi online bisa disampaikan lewat syiar keagamaan seperti khotbah salat Jumat.
Menurut Yusril, para khotib dan tokoh agama sebaiknya mulai menyinggung persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, tidak hanya soal akhirat semata.
"Saya kira memang diseminasi tentang soal ini perlu mengajak para ulama, para tokoh-tokoh agama untuk membahas persoalan ini coba kalau saya setiap hari sembahyang, setiap minggu sembahyang yang Jumat dengarkan khotib itu 5 tahun terakhirnya saya gak pernah mendengar ada khotib itu membahas masalah judi online," kata Yusril di Kantor PPATK, Selasa (4/11).
"Yang dibicarakan masalah neraka jahanam terus-terusan tapi lupa membahas masalah yang real dihadapi oleh masyarakat kita ini terkait dengan masalah judi online, masalah narkoba, masalah real yang dihadapi jangan kita bicara akhirat surga neraka terus," tambah dia.
ADVERTISEMENT
Ilustrasi judi online. Foto: Syawal Darisman/kumparan
Ia menilai, peredaran uang dalam praktik judi online sudah sangat besar, bahkan melebihi nilai kerugian akibat korupsi. Menurutnya, diperlukan kerja sama lintas lembaga dan tokoh masyarakat untuk menekan maraknya judi online.
"Harus menjadi perhatian kita bersama persoalan korupsi, persoalan judi online dan persoalan narkoba memang harus kita ambil satu langkah-langkah yang tegas dan sistematik, tanpa pandang bulu," ujarnya.
Selain judi, masalah narkoba dan kejahatan konvensional lain menurut Yusril, harus terus diingatkan oleh tokoh agama kepada masyarakat.
"Masalah narkoba, masalah real yang dihadapi jangan kita bicara akhirat surga neraka terus di dunia ini kejahatan-kejahatan seperti ini harus kita tanggulangi bersama dan ini tanggung jawab sosial, tidak saja tanggung jawab para negara tapi juga tanggung jawab dari tokoh-tokoh agama, orang tua, para guru dan sebagainya," kata Yusril.
ADVERTISEMENT
Yusril pun mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan kerugian negara akibat judi online mencapai belasan triliun rupiah setiap tahun. Jumlah tersebut, kata dia, sangat merugikan negara dan masyarakat.
"Negara dirugikan setiap tahunnya akibat judi online, di dalam negeri juga sekian banyak, uang yang beredar terkait dengan judi online ini yang merugikan kepentingan bangsa dan negara kita," tutupnya.