Safari Politik Jokowi Dinilai Ingin Dongkrak Bargaining Position Gibran di 2029
·waktu baca 4 menit

Pengamat politik Adi Prayitno menilai rencana Presiden ke-7 Joko Widodo berkeliling Indonesia memiliki muatan konsolidasi politik menuju Pemilu 2029, termasuk memperkuat posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Adi menilai secara karakter politik, Jokowi memang dikenal dekat dengan masyarakat melalui gaya blusukan. Namun, ia mempertanyakan relevansinya setelah Jokowi kini tidak lagi menjabat sebagai presiden.
“Secara normatif Jokowi memang suka blusukan, sederhana, dekat dengan rakyat di bawah menyerap aspirasi. Tapi, banyak pihak yang bertanya untuk apa blusukan semacam itu lagi diakukan, mengingat Jokowi bukan lagi presiden. Kalau rakyat sudah sampaikan aspirasi ke Jokowi, lalu mau diapakan itu aspirasi? Itu pertanyaan mendasarnya,” kata Adi saat dihubungi, Kamis (28/5).
Menurut Adi, publik wajar menilai agenda safari politik Jokowi berkaitan dengan upaya memperkuat PSI menjelang kontestasi politik 2029. Terlebih, selama ini Jokowi dinilai identik dengan partai tersebut.
“Wajar jika banyak pihak yang menengarai blusukan Jokowi ini salah satunya untuk mengonsolidasi dukungan ke PSI menuju 2029. Apa pun judulnya, Jokowi identik dengan PSI dan PSI sudah jadikan Jokowi sebagai imam besar mereka. Jokowi mengatakan blusukan ke daerah akan ditemani PSI, itu sangat jelas kodenya. Bahkan di beberapa kali acara PSI, Jokowi mengatakan akan total turun menangkan PSI,” ujarnya.
Ia juga menilai konsolidasi politik yang dilakukan Jokowi berpotensi meningkatkan posisi tawar politik Gibran.
“Pada saat yang bersamaan, blusukan ini bisa makin memberikan bobot dan sebagai upaya menaikkan bargaining position Gibran. Karena apa pun, jika konsolidasi politik ini sukses dilakukan Jokowi, maka yang dapat faedah salah satunya Gibran. Selain PSI tentu saja,” kata Adi.
“Banyak yang menilai blusukan ini sebagai upaya untuk menaikkan kekuatan politik PSI dan Gibran,” lanjutnya.
Adi juga menilai, rencana safari politik ini sebagai uji kesaktian politik Jokowi setelah tak lagi menjadi Presiden.
“Blusukan ini juga sebagai uji kesaktian politik Jokowi apakah setelah tak lagi jadi presiden,” ungkap Adi.
“Kalau Jokowi masih sakti, PSI bakal lolos parlemen dan posisi politik Gibran kuat di 2029. Sebaliknya, kalau nggak sakti lagi, PSI sulit lolos parlemen dan bargaining Gibran tak sekuat 2024,” sambung dia.
Buka Persaingan Baru di 2029
Pandangan serupa juga disampaikan pengamat politik Hendri Satrio (Hensat). Ia menilai langkah Jokowi keliling daerah menunjukkan Jokowi masih ingin aktif dalam dunia politik.
“Ini kan jadi yang pertama adalah tidak benar ucapan Pak Jokowi bahwa dirinya akan kembali ke Solo jadi warga biasa, sekarang artinya dia masih ingin tetap beraktivitas politik. Apa pun tujuannya kelihatannya kan memang yang menjadi hal utama adalah menjaga marwah politik dia agar tidak layu ya, maka dia harus melakukan itu,” kata Hensat.
Menurut Hensat, PSI kini menjadi kendaraan politik bagi Jokowi. Ia menilai langkah itu sekaligus menandai mulai menghangatnya persaingan menuju Pemilu 2029.
“Dan PSI adalah kendaraan politik beliau yang baru, gitu. Jadi artinya Pak Jokowi mulai memanaskan suhu pertarungan Pilpres dan Pemilu 2029. Dia mengharapkan tentunya PSI bisa lolos ke Senayan gitu ya dengan berbagai hal,” ujarnya.
Ia juga menilai manuver politik Jokowi dapat mengubah peta hubungan antarpartai politik ke depan.
“Tapi menurut saya dengan Pak Jokowi mulai mendeklarasikan dia akan keliling juga, artinya dia membuka front peperangan baru dan front saingan baru, gitu. Jadi sekarang kalau menurut saya petanya berubah,” kata Hensat.
“Jadi kalau sampai ada misalnya ketua partai politik berkunjung lagi ke rumah Pak Jokowi gitu ya, menghadap Pak Jokowi, pasti dipertanyakan oleh kadernya: ‘Loh ngapain Ketum saya berkunjung ke pentolan partai politik lain?’ gitu,” lanjutnya.
Menurut Hensat, langkah Jokowi tersebut membuat dinamika politik nasional menuju 2029 semakin terbuka.
“Jadi ada peta yang berubah di politik. Kemudian yang tadi saya sudah sebutkan, Pak Jokowi mulai memanaskan suhu persaingan Pilpres dan Pemilu 2029,” ujarnya.
Jokowi Keliling Indonesia
Jokowi berencana akan keliling Indonesia sekaligus mengunjungi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di sejumlah daerah pada Juni mendatang. Agenda itu akan dimulai dari tiga provinsi, yakni Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat.
Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, mengatakan Jokowi akan memenuhi sejumlah undangan masyarakat dan tokoh daerah dalam rangkaian kunjungannya tersebut.
“Ya, sepertinya sudah cukup jelas disampaikan ya, dari Pak Jokowi sudah menyatakan beliau pertama, beliau sudah sehat. Terkonfirmasi dari berita yang ada juga di media ya, secara langsung beliau menyatakan doorstop “saya sudah sehat” dan akan memenuhi undangan-undangan dari masyarakat, tokoh-tokoh di daerah,” kata Bestari, Kamis (28/5).
Dalam agenda tersebut, kata dia, Jokowi juga akan menyempatkan diri mengunjungi struktur PSI di daerah.
“Dan tentu juga akan menyempatkan berkunjung ke DPD-DPD PSI, gitu. Dan akan dimulai sudah disebutkan juga tiga provinsi pertama yaitu Lampung, NTT, dan Jawa Barat begitu,” katanya.
