Safari Politik Perdana di Medan, Anies Tak Khawatir Dianggap Curi Start Kampanye

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Anies Baswedan di acara Silaturahim Kebangsaan di Lapangan Istanaa Maimon, Medan, Jumat (4/11).  Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan di acara Silaturahim Kebangsaan di Lapangan Istanaa Maimon, Medan, Jumat (4/11). Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Bakal calon presiden dari Partai NasDem, Anies Baswedan, merespons pertanyaan media terkait safari politiknya perdana di Medan yang melibatkan massa banyak. Anies tak khawatir dianggap mencuri start kampanye.

Bagi Anies, justru sejak awal masyarakat berhak mendapat kesempatan melakukan assesment (penilaian) terhadap kandidat yang akan diusung di Pilpres.

"Setiap kegiatan silaturahmi, berbagi gagasan itu adalah sesuatu yang baik-baik saja, dan kami justru merasa ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan assessment," kata Anies di Kantor DPW NasDem Sumut, Jumat (4/11)

Menurutnya, masyarakat tak boleh hanya melihat dari visi. Namun, juga harus menilai dari rekam jejak yang telah dihasilkan.

"Melihat bukan saja visi misi yang dibawa, tapi juga melihat rekam jejak karya-karya yang sudah dihasilkan selama bertugas di bidang kemasyarakatan, penting sekali bagi masyarakat untuk melakukan assessment," tutur mantan Gubernur Jakarta ini.

Anies Baswedan di acara Silaturahim Kebangsaan di Lapangan Istanaa Maimon, Medan, Jumat (4/11). Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Lebih jauh, Anies menjelaskan alasannya memilih Kota Medan untuk didatangi pertama kali usai dicalonkan sebagai presiden oleh Partai NasDem.

"Jadi kami merespons undangan, dan sudah disampaikan undangannya cukup panjang dari teman-teman di Sumut, karena itulah kita hadir di sini, dan Indonesia itu semua sama, hitungan kilometernya dari Monas bisa berbeda, ada yang hitungan kilometernya jauh, tapi sesungguhnya sejauh-jauhnya kita datangi sebuah wilayah itu adalah Indonesia," beber Anies.

Anies, Ahmad Ali, Prananda di Silaturahim Kebangsaan di Lapangan Istana Maimun Medan. Foto: NasDem

"Jadi bagi kami ini semua adalah Indonesia. Ini semua adalah satu bangsa, ini semua satu negara. Karena itu saya datang memenuhi undangan, dan ini adalah menjenguk saudara sebangsa, bersilaturahmi dengan saudara sebangsa," tegas Anies Lagi.

Anies memuji antusiasme warga Medan dalam penyambutannya Dia mengaku merasa terhormat melihat antusiasnya warga.

"Luar biasa, saya merasa sangat terhormat, dan salut pada warga yang datang, baik datang di Bandara, luar biasa banyak, kemudian juga di sepanjang jalan, ketika acara di tengah kota," pungkas Anies.

Istilah kampanye

Dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, Kampanye Pemilu diartikan sebagai: kegiatan peserta pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh pesirta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan/atau citra diri Peserta Pemilu.

Dengan definisi itu, tidak pernah ada kandidat capres/cawapres yang bersafari politik sebelum masa kampanye bisa ditindak Bawaslu, sebab belum ada yang disebut peserta pemilu. Begitu juga karena proses 'kampanye' tidak di masa kampanye pemilu sehingga Bawaslu merasa tak berwenang menindak.