Safari Prabowo Berlanjut, Kunjungi Sultan HB X di Keraton Yogyakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan Prabowo Subianto silaturahmi ke kediaman Sultan HB X di Yogyakarta.  Foto: Angga Raka Prabowo
zoom-in-whitePerbesar
Menhan Prabowo Subianto silaturahmi ke kediaman Sultan HB X di Yogyakarta. Foto: Angga Raka Prabowo

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melanjutkan safarinya dengan bersilaturahmi ke kediaman Sri Sultan Hamengkubowno X di Yogyakarta. Kunjungan Prabowo ini dalam rangka silaturahmi di masa lebaran.

Dalam kunjungannya, Prabowo didampingi sejumlah petinggi Partai Gerindra dan sejumlah Purnawirawan Jenderal TNI. Saat tiba, Prabowo langsung disambut oleh Sultan dan istrinya, GKR Hemas di pintu masuk Keben, Keraton Yogyakarta.

"Selamat datang Pak Prabowo, mohon maaf lahir batin," kata Sultan di lokasi dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (7/5).

Prabowo bersama rombongan dipersilakan untuk masuk ke dalam kediaman Sultan.

Ketum Gerindra itu terlihat mengenakan pakaian atasan putih dan celana hitam. Sementara Sultan dan GKR Hemas mengenakan busana batik.

"Di hari libur ini saya mengisi kegiatan dengan kunjungan-kunjungan ke beberapa sahabat lama saya di Yogyakarta, salah satunya dengan Bapak Sultan dan Ibu Ratu Hemas," ujar Prabowo.

Menhan Prabowo Subianto silaturahmi ke kediaman Sultan HB X di Yogyakarta. Foto: Angga Raka Prabowo

Prabowo mengaku tidak ada pembicaraan politik terkait pertemuan ini. Hal senada juga disampaikan Sultan. Pertemuan keduanya sebatas silaturahmi lebaran.

"Saya terima kasih kepada Pak Prabowo karena berkenan berkunjung ke Yogyakarta. Tidak ada pembicaraan politik, kami hanya silaturahmi," pungkas Sultan.

Sebelumnya, Prabowo juga bertemu dengan sejumlah tokoh selama masa libur lebaran ini. Mulai dari pimpinan Ponpes Walisongo Kiai Kholil As'ad; pimpinan Ponpes Al-Qodiri Kiai Ahmad Muzaki Syaha; berkunjung ke Ponpes Al-Anwar Rembang yang disambut langsung pimpinan ponpes, KH Muhammad Najih Maimoen; hingga ke kediaman KH Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.