Sahroni Dorong Polri Usut Insiden Blackout Sumatera yang Rugikan Masyarakat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, mendukung langkah Polri mengusut tuntas insiden blackout yang menyebabkan pemadaman massal di Sumatra. Menurutnya, investigasi harus dilakukan secara menyeluruh karena dampak yang ditimbulkan sangat besar bagi masyarakat.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri turun langsung ke Jambi untuk menyelidiki insiden blackout di Sumatra. Proses investigasi dimulai dari SUTET 275kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai, Jambi hingga lokasi Tower 175 dan 176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (24/5).

Berdasarkan hasil investigasi sementara, cuaca buruk membuat sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatra.

“Saya mendorong Polri, PLN, bersama pihak terkait, untuk segera menginvestigasi total akar masalah dari pemadaman di Sumatra ini," kata Sahroni kepada wartawan, Senin (25/5).

Dia mengatakan insiden blackout selama dua hari di Sumatra merugikan masyarakat banyak. Menurutnya, harus dipastikan apakah ada unsur pidana atau tidak.

"Berikan penjelasan yang clear, karena kejadian ini telah merugikan jutaan masyarakat. Banyak aktivitas, pekerjaan, dan bisnis jadi terhambat dan tentunya merugi hingga miliaran rupiah," katanya.

"Dan usut juga kalau ada indikasi unsur pidana di sana, karena ini kejadian yang sangat fatal. Harus ada yang bertanggungjawab,” tambah Sahroni.

Bendahara Umum NasDem itu menilai penjelasan yang tegas dan terbuka penting untuk meredam berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait penyebab pemadaman tersebut.

“Karena saat ini ramai di medsos masyarakat duga menduga terkait pemadaman ini, banyak isu liar. Nah ini yang kemudian harus diluruskan dengan fakta dan temuan rill di lapangan. Biar tidak gaduh tanpa kejelasan,” tutup Sahroni.

Warga Kabupaten Kampar, Riau, makan malam dengan penerangan lampu darurat, usai blackout Sumatera yang hingga malam ini masih terjadi. Foto: Dok. Istimewa

Diduga karena Cuaca Buruk

Bareskrim Polri telah menyelidiki penyebab listrik padam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Jumat (22/5). Fokus penyelidikan yakni di titik gangguan Sambungan Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 175-176 di Desa Tempino, Kabupaten Muaro Jambi.

Wakabareskrim Polri, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, mengatakan temuan penyidik di lapangan menunjukkan adanya kabel transmisi yang putus. Hal ini dipicu faktor cuaca buruk yang menimbulkan ketidakstabilan frekuensi tegangan listrik dan memicu trip pembangkit secara berantai.

"Gangguan tersebut menyebabkan terjadinya ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang selanjutnya memicu trip pembangkit secara berantai, sehingga berdampak pada blackout massal di sejumlah wilayah Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan," kata Nunung dalam konferensi pers, Senin (25/5).

"Tim gabungan Bareskrim Polri berada di lokasi yang diduga menjadi titik awal gangguan, tepatnya di sekitar tower transmisi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Ditemukan adanya kabel transmisi yang mengalami putus," lanjutnya.

PLN bersama Polda Jambi dan Dittipter Bareskrim Polri saat menyelidiki penyebab black out listrik di beberapa wilayah Sumatera. Foto: Dok. Dittipter Bareskrim Polri