Sahroni Kaget Peredaran Narkoba Lewat Keripik Pisang: Aparat Harus Lebih Jitu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (12/10/2023).  Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (12/10/2023). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mengaku terkejut dengan modus baru peredaran narkoba melalui keripik pisang dan cairan bernama happy water. Sahroni pun mengaku miris dengan modus yang di luar nalar tersebut.

Ia mengatakan, peredaran narkoba kini telah dilakukan melalui cara-cara yang sangat rapi, sulit dideteksi, dan sangat modern, sehingga aparat harus terus meningkatkan update pengetahuan dan teknologi agar tidak terkecoh.

“Saya miris sekali betapa sekarang narkoba itu beneran bisa nyaru jadi apa aja. Sekarang keripik pisang, bisa jadi nanti diselundupkan lewat ayam goreng. Makanya Polri, BNN, Kominfo harus terus lakukan koordinasi secara intens guna sisir celah-celah tersebut," kata Sahroni kepada wartawan, Rabu (8/11).

Dia meminta saat ini aparat aktif memantau media sosial untuk mencegah peredaran narkoba.

"Wajib pantengin media sosial hingga marketplace, dan terus meng-update pengetahuan dan teknologi agar tidak terkecoh perkembangan zaman,” lanjutnya.

Barang bukti tindak pidana narkoba keripik pisang dan happy water saat rilis di Mapolda DIY, Jumat (3/11/2023). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Karena, saat ini, baik bandar maupun pengedar narkoba menggunakan berbagai modus yang sangat beragam dan semakin sulit terdeteksi, Sahroni meminta pemahaman aparat agar selalu up to date dalam menghadapi tantangan ini.

“Bandar dan pengedar di era saat ini sudah beraksi menggunakan cara-cara yang di luar nalar. Mau itu dibuat bentuk makanan, penyelundupan menggunakan drone, dan-lain. Makanya, aparat tidak boleh sampai kalah langkah dari para bandar, harus punya strategi jitu untuk pelajari dan ungkap setiap modusnya,” tandas Sahroni.

Sebelumnya, Bareskrim Polri bersama Polda DIY mengungkap tindak pidana narkoba modus baru, yakni cairan happy water dan keripik pisang narkotik di Pedukuhan Pelem Kidul, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Pengungkapan narkoba jenis ini berawal dari penemuan di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, yang menjadi tempat pemasaran. Penelusuran berlanjut ke Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah, tempat pembuatan keripik pisang narkotika.

Polisi mengamankan 8 pelaku yakni MP (pengelola akun medsos), D (pemegang rekening), AS (pengambil hasil produksi dan penjaga gudang pemasaran), BS (pengolah atau pembuat), EH (pengolah dan distributor), MRE (pengolah atau pembuat), AR (pengolah atau pembuat), dan R (pengolah).