Sahroni Kecewa BUMN Tak Sponsori Formula E: Kami Ngotot Jadi Bagian dari RI
·waktu baca 2 menit

Sedikitnya sudah ada 31 sponsor yang bergabung dalam gelaran Formula E Jakarta e-Prix 2022. Sayangnya, tidak ada satu pun perusahaan BUMN yang bergabung.
Hal ini membuat Ketua Panitia Pelaksana Formula E Jakarta, Ahmad Sahroni kecewa. Dia bahkan menuliskan pesan khusus untuk BUMN terkait hal ini.
“BUMN tidak berikan sponsor apa pun, PLN untuk kelistrikan juga kami bayar FULL,” tulis Sahroni dalam unggahan instagram pribadinya @ahmadsahroni88, Kamis (2/6).
“Maaf nih BUMN tuh kan bagian dari Republik Indonesia kan yah @kementerianbumn kami enggak ngotot minta, tapi ngotot untuk jadi bagian INDONESIA,” lanjutnya.
Menurut Sahroni, seharusnya BUMN memberikan bantuan sponsor kepada Formula E. Sebab meskipun Formula E digelar di Jakarta, ajang ini merupakan ajang internasional yang digelar untuk memperkenalkan nama Indonesia di mata dunia.
"Untuk Indonesia @kementerianbumn 🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩 Jangan salah tafsir, event Formula E untuk Indonesia,” tutur bendahara umum partai Nasional Demokrat (NasDem) itu.
Hingga saat ini diketahui sudah ada 30 perusahaan swasta dalam negeri dan 1 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang menjadi sponsor resmi ajang Formula E Jakarta, yaitu:
INDOSAT OOREDOO HUTCHISON POWERED BY ERICSSON
BANK ARTHA GRAHA INTERNATIONAL
MS GLOW FOR MEN
DISCOVERY ANCOL
ERAFONE
ELECTRONIC CITY
BANK DKI
J WATER
PAPRIKA
GRAB
SONY
PT ANUGERAH UTAMA MULTIFINANCE
TEH BOTOL SOSRO
PT CENTRAL OMEGA RESOURCE TBK
iBOX
WALKING DRUM
COCA COLA
GULAVIT
MEDIKA PLAZA
SAMSUNG
NESCAFE
KRISBOW
PT PROLINE FINANCE INDONESIA
WASTE FOR CHANGES
PT BANK CHINA CONSTRUCTION BANK TBK
HYUNDAI
NASA, SAMSUNG STORE
REALME
SHARP
ENESIS
LG
Jika melihat daftar tersebut memang tidak ada satu pun perusahaan pelat merah kecuali Bank DKI.
Padahal sebelumnya salah satu produk dari perusahaan Pertamina yang bernama Pertamina Renewable Diesel dikonfirmasi menjadi sponsor Formula E dengan skema memberikan potongan harga pembelian bahan bakar untuk menyalakan mesin pengisian baterai mobil sebesar Rp 1 miliar.
Namun, kerja sama tersebut batal dilakukan untuk menghindari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akibat diskon itu.
“Tapi untuk good corporate government (GCG) pihak panitia memutuskan untuk tidak mengambil discount, jadi most likely enggak jadi (kerja sama),” kata VP VP Organizing Committee, Iman Sjafei kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (1/6).
