Sahroni soal Megawati Ingin KPK Dibubarkan: Masih Efektif

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menanggapi usulan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang meminta Presiden Jokowi membubarkan KPK.

Sahroni mengatakan, semua orang termasuk Megawati memilik hak untuk memberikan pandangannya terhadap lembaga atau institusi negara. Namun, ia mengingatkan agar tetap berdasarkan rekam jejak.

"Semua orang berhak menilai sebuah institusi. Namun tetap kita harus melihat data dan rekam jejak," kata Sahroni kepada wartawan, Selasa (22/8).

Ahmad Sahroni berkunjung ke kumparan, Jakarta Selatan, Kamis (7/4/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Bendahara Umum NasDem ini menjelaskan, sejauh ini dirinya menilai kinerja KPK masih sangat memuaskan. KPK masih bekerja dan mengungkap banyak kasus korupsi.

"Selama ini jelas KPK mengerjakan fungsinya dengan baik. Kasus yang dibongkar dan ditangani sangat banyak. Sangat besar uang negara yang diselamatkan," jelas Sahroni.

"Jadi saya rasa efektivitas KPK masih sangat oke," ucap dia.

Ilustrasi KPK. Foto: Hedi/kumparan

Meski begitu, Sahroni tak menampik, memang masih ada kekurangan di dalam internal KPK. Menurutnya, masalah yang paling mencolok adalah koordinasi antara pimpinan.

Namun, ia meyakini masalah ini masih bisa diatasi dengan baik.

"Walau memang tetap ada kekurangan. Misalnya KPK masih banyak PR di bidang pencegahan," kata Sahroni.

"Dan yang akhir-akhir ini saya kritisi adalah masalah koordinasi antar-pimpinan yang terkadang missed dan sempat terlihat di publik," tutur dia.

instagram embed

Megawati Soekarnoputri sempat meminta Presiden Jokowi untuk membubarkan KPK. Menurutnya lembaga independen ini tak lagi efektif.

“Saya sampai kadang-kadang bilang sama Pak Jokowi, sudah deh, bubarin aja KPK itu Pak, jadi menurut saya nggak efektif. Ibu nih kalau ngomong ces pleng,” kata Megawati saat memberikan pidato dalam acara sosialisasi buku teks utama pendidikan pancasila, di The Tribrata, Jakarta Selatan, Senin (21/8).

Ujaran ini merupakan bentuk kekecewaan Megawati melihat kasus-kasus korupsi di Indonesia saat ini.