Said Abdullah Cerita Momen Prabowo Takziah-Sampaikan Duka Wafatnya Guruh ke Mega

Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menceritakan momen penuh kehangatan dan syahdu saat Presiden Prabowo Subianto datang bertakziah ke kediaman Megawati Soekarnoputeri di Jalan Teuku Umar untuk menyampaikan duka cita atas wafatnya Guruh Soekarnoputera.
Menurut Said, pertemuan yang turut disertainya itu berlangsung sangat personal dalam suasana penuh keakraban. kedua sahabat karib tersebut saling mendoakan tanpa ada pembicaraan politik sama sekali, sehingga membuat Megawati merasa sangat terharu atas perhatian dari sang Presiden. Berikut cerita lengkap Said Abdullah soal momen tersebut:
Bapak Presiden didampingi dengan Bapak Sufmi Dasco, Wakil Ketua DPR, Pak Prasetyo Hadi Mensesneg, dan Pak Tedy Indra Wijaya datang ke rumah Ibu Megawati Soekarnoputeri di Jl Teuku Umar Jakarta, senen 29-09-2026 sekitar Pukul 17.45. Bapak Presiden dan rombongan bertujuan untuk takziah, ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Mas Guruh Soekarnoputera.
Pada saat jenazah Mas Guruh disemayamkan hingga prosesi pemakaman, Bapak Presiden belum berkesempatan untuk bertakziah secara langsung dikarenakan agenda pemerintahan dan kenegaraan yang begitu padat. Dan kami sangat memaklumi kepadatan jadwal beliau. Apalagi, kepergian Mas Guruh sangat mendadak meninggalkan kita semua, kita semua berduka
Kedatangan Bapak Presiden dan rombongan tentu ingin langsung mengucapkan duka cita mendalam itu kepada Ibu Mega, apalagi keduanya merupakan sahabat karib sejak lama. Pada saat Bapak Presiden tiba di Teuku Umar, langsung disambut oleh Ibu Mega, yang didampingi Mbak Puan Maharani, dan saya diminta menyertainya.
Selama pertemuan, kedua sahabat saling mendoakan, termasuk Bapak Presiden mendoakan agar arwah Mas Guruh Soekarnoputera diterima di sisi Allah SWT. Sebaliknya, Ibu Mega juga mendoakan agar Bapak Presiden senantiasa diberikan berkah sehat, dapat menjalankan tugas kepemimpinan nasional dengan paripurna.
Pertemuan berlangsung penuh keakraban dan syahdu. Pertemuan ini sangat personalized, dan beliau berdua sama sekali tidak ada pembicaraan lainnya, apalagi bicara politik. Pertemuan ini sangat baik, menjaga silaturahmi satu sama lain. Sebagai sahabat, tentu Ibu Mega sangat terharu atas perhatian Bapak Presiden.
