Said Iqbal Jadi Jembatan Pertemuan Ratna Sarumpaet dan Prabowo

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal (kanan) menjalani pemeriksaan terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/10). (Foto: Aprillio Akbar/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal (kanan) menjalani pemeriksaan terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/10). (Foto: Aprillio Akbar/Antara)

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Rupanya Said diperiksa untuk dimintai keterangannya soal pertemuan Ratna Sarumpaet dengan Prabowo Subianto.

Ia menjadi jembatan Ratna bertemu dengan Prabowo. Pada saat kasus ini pertama kali bergulir, Ratna melapor ke Prabowo, bahwa ia mengalami penganiayaan di Bandung pada 21 September.

Kemudian Said menjelaskan kronologi Ratna Sarumpaet bertemu Prabowo. Menurut Said, pada tanggal 28 September lalu, ia ditelepon Ratna. Ratna bercerita kepada Said bahwa telah mendapatkan penganiyaan di Bandung

"Sekitar pukul 23.00 WIB setelah saya pulang dari acara salah satu televisi swasta CNN, saya ditelefon oleh staf Ratna Sarumpaet untuk bisa hadir ke rumhanya. Namun saya katakan tidak bisa hadir," kata Said di Polda Metro Jaya Jakarta Selatan, Selasa (9/10).

Mendengar Said tidak bisa hadir, tiba-tiba Ratna menangis dan meminta Said harus bisa hadir malam itu juga. Sebab, Ratna mengatakan saat itu telah dianiaya oleh sejumlah orang. Mendegar kabar tersebut, Said langsung bergegas menuju kediaman Ratna di Tebet, Jakarta Selatan.

Setibanya di sana, Ratna langsung memohon kepada Said agar bisa dipertemukan dengan Prabowo. Ratna saat itu mengatakan ingin menjelaskan kepada Prabowo secara langsung mengenai insiden penganiayaan itu.

"Namun di satu sisi dia juga telah menceritakan tetang penganiayaan itu kepada Fadli Zon. Intinya saya diminta oleh Ratna Sarumpaet untuk memperkuat agar bisa berjumpa dengan Prabowo," ucap Said.

Akhirnya setelah perbincangan itu keesokan harinya Said bertemu dengan salah seorang ajudan Prabowo. Di sana Said menjelaskan mengenai insiden yang menimpa Ratna hingga akhirnya Prabowo bersama dengan Amien Rais memutuskan untuk menjenguk Ratna di suatu tempat.

"Pertemuan Prabowo dan Ratna di suatu tempat itu terjadi pada 2 Oktober, kemudian di sana Ratna menceritakan hal yang sama tentang penganiayaan kepada Prabowo. Setelah mendegar cerita itu, Pak Prabowo sebagai seorang negarawan yang punya sisi kemanusiaan dan secara bijak menyampaikan bebrapa hal salah satunya adalah membuat visum dan membuat laporan polisi," ujar Said.

Prabowo menemui Ratna Sarumpaet di tempat yang dirahasiakan pada Selasa, 2 Oktober 2018 (Foto: Twitter @fadlizon)
zoom-in-whitePerbesar
Prabowo menemui Ratna Sarumpaet di tempat yang dirahasiakan pada Selasa, 2 Oktober 2018 (Foto: Twitter @fadlizon)

Namun, menurut Said, saat itu Ratna mengatakan ia pesimistis jika kasus ini dilaporkan ke polisi. Ia tidak yakin polisi akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Pak Prabowo menyampaikan jika perlu pendampingan silakan ada ACTA yang akan membantu, tapi laporkan kepada polisi. Kedua, Prabowo mengatakan tidak boleh ada kekerasan dalam demokrasi, jangan sampai kejadian Novel Baswedan dan Neno Warisman menimpa Ratna. Ketiga, jika memang Ratna pesimistis kasusnya akan ditindaklanjuti, Prabowo akan bertemu secara langsung dengan Kapolri," jelas Said.

Lebih lanjut, Said menegaskan isi dari pertemuan Prabowo dan Ratna pada 2 Oktober lalu adalah menjaga agar suasana politik menjelang pemilu dan pilpres 2019 tetap tenang. Prabowo tidak menginginkan adanya kekerasan dalam proses demokrasi di Indonesia.

"Pesannya jelas tetap sejuk (meski ada penganiayaan) karena saya ada di situ dan ini mungkin tidak terekspose oleh media selama ini karena memang saya tidak pernah mengeskpose dalam bentuk apapun. Karena bagi saya pesan Pak Prabowo dalam pertemuan itu jelas agar jaga ketenangan dan kesejukan," tutup Said.