Said Iqbal: Prabowo Setuju Ada Menteri dari Kaum Buruh dan Guru

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prabowo dan Said Iqbal di Istora Senayan. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Prabowo dan Said Iqbal di Istora Senayan. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) resmi memberikan dukungannya kepada Prabowo Subianto di Pemilu Presiden 2019. Dalam deklarasi tersebut mereka menyodorkan kontrak politik.

Presiden KPSI Said Iqbal mengatakan salah satu menteri dalam kabinet Prabowo apabila terpilih nanti harus dari buruh untuk kawal kontrak politik tersebut. Namun, persyaratan itu tidak masuk dalam 10 poin kontrak politik yang dibacakan Prabowo.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Said mengatakan tidak semua pembicaraan bisa dipublikasikan. Menurutnya, itu terkait etika politik.

“Kami ada pembicaraan yang tidak dipublikasi. Karena itu tentang etika dalam berpolitik,” ujar Said Iqbal di Istora, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/5).

Meski begitu, ia memastikan Prabowo telah menyetujui permintaannya tersebut. Bahkan menurutnya Prabowo merencanakan jika Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mau mendukungnya, ia akan memberikan posisi Menteri Pendidikan ke pada PGRI.

“Memang kami secara tegas meminta kepada Bapak Prabowo bila Allah berkehendak dan rakyat memilih menjadi presiden Republik Indonesia, menteri tenaga kerja berasal dari serikat buruh,” ujarnya.

“Pak Prabowo setuju (menteri dari buruh). Bahkan Pak Prabowo menawarkan bila buruh PGRI bisa mendukung beliau, Pak Prabowo akan mempertimbangkan (mengangkat menteri dari PGRI). Belum pernah PGRI itu menjadi Menteri Pendidikan,” tambah Said.

Namun, menurutnya hal itu masih harus melalui proses panjang. “Ini tentu masih ada proses diskusi. Karena PGRI adalah pendiri KSPI,” pungkasnya.