Said Iqbal Ungkap Ratna Minta Foto Lebamnya Dikirim ke Ajudan Prabowo

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden KSPI, Said Iqbal (kanan) diperiksa sebagai saksi terkait kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden KSPI, Said Iqbal (kanan) diperiksa sebagai saksi terkait kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku diminta oleh Ratna Sarumpaet untuk mengirimkan foto lebam Ratna ke ajudan Prabowo Subianto. Hal itu diutarakan saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Itu (foto lebam Ratna) diteruskan ke ajudan Pak Prabowo. Atas permintaan Kak Ratna," ujar Said saat bersaksi di persidangan, Selasa (9/4).

Said menyebut ada tiga foto yang dikirim ke ajudan Prabowo pada tanggal 29 September.

"Sampaikan saja, kakak mau bertemu dan sampaikan saja juga foto Kakak," kata Said menirukan ucapan Ratna saat meminta dirinya mengirim foto.

Said mengatakan pertama kali mendapatkan foto lebam usai menemui Ratna di kediamannya pada 28 September 2018. Namun, karena ponsel Said mati waktu itu, foto sampai pada tanggal 29 September 2018. Said selanjutnya mengirimkan foto itu ke ajudan Prabowo.

"Hari Sabtu, karena atas permintaan Kak Ratna untuk dipertemukan dengan Prabowo dan Kak Ratna menyampaiakan," jelasnya.

Said menyebut, saat bertemu Ratna, kondisinya saat itu tidak separah yang terlihat pada foto. Menurutnya, foto lebam Ratna bisa membuat siapa saja terkejut saat melihatnya.

"Ada sedikit berbeda. Kalau foto itu lebam ya. Siapa pun yang lihat pasti syok ya sepanjang yang lihat enggak ngerti ya. Tapi kondisi riilnya ketika bertemu sudah relatif lebih baik," ujarnya.

Hasil dari lobi yang dilakukan Said dengan ajudan Prabowo, akhirnya Ratna berhasil bertemu dengan Prabowo pada 2 Oktober 2018. Pertemuan itu berakhir dengan konferensi pers Prabowo soal penganiayaan Ratna Sarumpaet.