Saksi Ahli: Aman Abdurahman Muncul Sebagai Jihadis Tahun 2002

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sidang lanjutan Aman Abdurrahman (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sidang lanjutan Aman Abdurrahman (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Peneliti dari Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia, Solahudin, dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjelaskan kemunculan sosok terdakwa bom Thamrin, Aman Abdurrahman, terjadi pada tahun 2002. Namun, Solahudin mengaku baru mendengar namanya di tahun 2003.

Solahudin menyebut sebelum nama Aman muncul di permukaan sudah lahir terlebih dahulu kelompok ekstrem seperti kelompok Abu Bakar Ba'asyir. Pada tahun 1993 Ba'asyir mendirikan Jamaah Islamiyah.

"Dia sebelumnya dikenal dengan ustaz salafi. Pernah jadi imam masjid dan dai di Masjid Asofah Lenteng Agung," kata Solahudin saat bersaksi di PN Jaksel, Jakarta, Selasa (17/4).

Ia menjelaskan, Aman pada tahun 2004 terlibat aksi teror bom Cimanggis, sejak saat itu nama Aman Abdurrahman semakin berkibar.

Tak hanya itu, ketika berada di lapas Aman rajin menerjemahkan banyak sekali tulisan terutama tulisan Abu Muhammad Al Magdis yang jadi rujukan di kalangan kelompok-kelompok jihadis di Indonesia.

"Jadi mulai dibicarakan tahun 2002, tapi saya pribadi baru mendengar namanya 2003, 2004 saya kaget terdakwa terlibat bom Cimanggis. Sejak saat itu namanya makin berkibar," terangnya.

Jaksa dalam dakwaannya menyebut Aman memerintahkan empat orang untuk meledakkan bom di Jalan Subang, Jakarta Pusat. Aman menyasar Jalan Sabang sebagai lokasi teror karena banyak warga negara asing (WNA) di sana.

Bom tersebut akhirnya diledakkan di gerai Starbuck's dan Pos Polisi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016.