Saksi: Bus yang Terguling Bukan yang Aslinya Kami Pesan

Salah satu anggota rombongan Panitia Pemungutan Suara Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Rossita, menyebut bus yang memicu kecelakaan di Ciloto bukan yang mereka pesan. Bus tersebut tampak tua dan kondisinya tidak prima.
"Bus yang disewa itu, kalau yang satu itu benar, kalau yang putih ini (yang kecelakaan) bukan bus yang kami sewa. Saya enggak tahu dari pihak sana gimana. Intinya bus yang terguling bukan bus yang asli kami pesan," urai Rossita usai menghadiri pemakaman tiga korban kecelakaan Ciloto di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (1/5). Rossita dkk menyewa dua bus. Satu bus sudah tiba di vila tempat menginap, dan bus satunya yaitu bus pariwisata Kitrans, remnya blong.
Rossita menjelaskan, sebetulnya perwakilan rombongan PPS Kebayoran Lama Utara sudah diberi kesempatan mengecek kondisi bus sebelum berangkat. Namun rekannya yang bertugas mengecek adalah perempuan, yang menurutnya tak paham tentang bus dan permesinan.
"Pas ngecek awal busnya itu perempuan jadi enggak ngerti. PO-nya juga ngasih kuitansi tapi ya karena perempuan jadi enggak tahu banyak," ucapnya.
[Baca juga: Penumpang Bus Kecelakaan Ciloto Sadar Rem Bus Blong ]
Teman-teman Rossita yang menumpang bus Kitrans nahas itu juga sempat mengeluhkan kondisi bus yang tampak tua. Laju bus sempat tersendat-sendat dalam perjalanan menuju ke Megamendung, Puncak.
Bahkan salah satu penumpang ada yang menyadari bahwa rem bus blong. Namun meski begitu cemas, mereka tetap melanjutkan perjalanan hingga akhirnya bus tak terkendali saat melintasi turunan tajam di Ciloto. Bus menghantam 4 mobil dan 4 motor hingga terjungkal masuk perkebunan sedalam 15 meter. Sebanyak 11 orang tewas dan 52 orang terluka akibat kecelakaan ini.
[Baca juga: 4 Korban Tewas di Kecelakaan Ciloto Adalah Peserta Tur Pilkada DKI ]
