Saksi Mata Gambarkan Kengerian pada Kebakaran Pesantren di Malaysia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesantren di Kuala Lumpur, Malaysia terbakar.  (Foto:  REUTERS/Lai Seng Sin)
zoom-in-whitePerbesar
Pesantren di Kuala Lumpur, Malaysia terbakar. (Foto: REUTERS/Lai Seng Sin)

Sedikitnya 23 santri meninggal dunia dalam kebakaran hebat yang terjadi di sebuah pesantren di Kuala Lumpur, Malaysia. Saksi mata menggambarkan kengerian peristiwa itu, ketika para korban sekuat tenaga mencoba keluar dari kamar asrama.

Menurut penyelidikan sementara, kebakaran yang terjadi di kamar para santri akibat korsleting listrik sekitar pukul 5 pagi, Kamis (14/9), di pesantren Darul Quran Ittifaqiyah, Jalan Datuk Keramat.

Para korban terperangkap di dalam kamar asrama di lantai tiga itu karena pintu satu-satunya terbakar. Sementara jendela tidak bisa dilewati karena diteralis besi.

"Bangunan itu dikelilingi oleh teralis besi yang tidak bisa dibuka dari dalam. Para santri, setelah menyadari ada api dan asap tebal, mencoba keluar dari jendela. Tapi karena ada teralis, mereka tidak bisa keluar," kata saksi mata, Soiman.

Pesantren di Kuala Lumpur, Malaysia terbakar.  (Foto: REUTERS/Lai Seng Sin)
zoom-in-whitePerbesar
Pesantren di Kuala Lumpur, Malaysia terbakar. (Foto: REUTERS/Lai Seng Sin)

Para santri berusaha sekuat tenaga untuk kabur dari ruangan itu. Teriakan dan tangisan mereka menarik perhatian warga yang langsung memanggil pemadam kebakaran. Para tetangga pesantren mengaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengeluarkan para santri, lantaran besi teralis menghalangi mereka.

"Anak-anak itu menangis meminta tolong. Saya tidak bisa membantu mereka karena pintunya terbakar. Saya hanya bisa membantu beberapa anak yang melompat dari jendela," kata warga, Hazin.

"Para santri terkunci di dalam dan mereka tidak bisa kabur lalu terbakar," kata Nadia Azalan, kakak dari korban yang berusia 13 tahun, kepada Reuters sambil menangis.

Seorang santri Mohd Izzarudin Roslan, 15, selamat setelah merusak jendela dan turun melalui talang air. Hanya delapan santri di kamar itu yang berhasil selamat, 23 orang meninggal dunia. Awalnya, korban disebut ada 24 orang.

"Beberapa orang kawan saya jatuh, ada yang rambutnya dan bajunya terbakar," kata Roslan.

Jenazah para korban ditemukan bertumpukan di dalam kamar asrama yang hangus terbakar. Ranjang besi tinggal kerangkanya, semuanya menghitam.

Pesantren di Kuala Lumpur, Malaysia terbakar.  (Foto: Fire & Rescue Department of Malaysia/via REUTERS)
zoom-in-whitePerbesar
Pesantren di Kuala Lumpur, Malaysia terbakar. (Foto: Fire & Rescue Department of Malaysia/via REUTERS)

Departemen Pemadam Kebakaran Malaysia pada Agustus lalu kepada media The Star mengaku prihatin atas buruknya sistem pencegahan kebakaran di pesantren-pesantren Malaysia, terutama di lembaga pendidikan yang tidak terdaftar.

Menurut data pemadam kebakaran, ada 211 kasus kebakaran yang terjadi di pesantren Malaysia sejak tahun 2015.

Kebakaran pesantren terbesar yang tercatat di Malaysia terjadi pada 29 September 1989, menewaskan 27 santriwati di pesantren Taufikiah Al-Halimiah di Kampung Padang Lumat, Kedah. Pesantren itu dan delapan asrama kayu santri hangus.