Sambil Terisak, Richard Eliezer Ungkap Detik-detik Penembakan Yosua

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Richard Eliezer alias Bharada E saat jalani sidang lanjutan terkait dugaan pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Senin (28/11/2022). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Richard Eliezer alias Bharada E saat jalani sidang lanjutan terkait dugaan pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Senin (28/11/2022). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu menceritakan detik-detik eksekusi Brigadir Yosua. Dia merupakan eksekutor penembakan Yosua, atas perintah atasannya Ferdy Sambo. Yosua dieksekusi di rumah dinas Sambo pada 8 Juli 2022.

Cerita itu disampaikan oleh Eliezer saat bersaksi untuk terdakwa Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal Wibowo dalam lanjutan sidang kasus pembunuhan Yosua di PN Jakarta Selatan.

Mulanya, Eliezer bersama dengan rombongan Ricky Rizal, Yosua, Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf berangkat dari rumah di Jalan Saguling ke Kompleks Polri Duren Tiga Tiga, Jakarta Selatan. Lokasi tersebut merupakan tempat eksekusi Yosua.

Saat itu, Eliezer sudah mendapatkan perintah eksekusi dari Sambo dan dia menyanggupinya.

"Saya langsung naik ke lantai dua [di Duren Tiga], saya juga masih merasa takut pada saat itu, saya naik ke lantai dua saya lihat lagi kan kamar terbuka, pikiran saya 'ini sudah mau terjadi, sudah mau terjadi' saya langsung masuk kamar, saya berdoa lagi di situ, saya berdoa lagi di kamar dengan doa yang sama juga Yang Mulia," kata Eliezer, Rabu (30/11).

Selesai berdoa, Eliezer sempat terdiam. Tak lama, suara Ferdy Sambo terdengar di lantai bawah rumah Duren Tiga. Saat itu, Eliezer tengah berada di lantai dua.

"Saya turun ke bawah, sampai di ujung tangga sudah ada Pak FS, di situ dia sudah pakai sarung tangan, sarung tangan karet warna hitam, dia tanya ke saya 'sudah isi senjatamu?' siap belum, 'kau isi', isi artinya kokang Yang Mulia," kata Eliezer kepada hakim.

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (26/10/2022). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

"Di bawah ada siapa saja?" tanya hakim.

"Pak Ferdy Sambo saja," jawab Eliezer.

"Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal?" tanya hakim.

"Saya tidak lihat," jawab Eliezer.

Kemudian, Eliezer mengokang senjata glock 17. Bersiap untuk mengeksekusi Yosua.

"Saya keluarkan, saya kokang senjata saya, saya taruh di pinggang, baru saya langsung ke samping meja, langsung Yang Mulia, langsung Bang Yos masuk duluan baru Om Kuat sama Ricky di belakang," kata Eliezer.

Sambil terisak, dia pun menceritakan proses eksekusi terhadap seniornya itu.

"Itu masuk Pak Ferdy Sambo langsung lihat ke belakang, sini kamu (ke Yosua), pegang lehernya, 'sini, berlutut kamu sini, berlutut kamu sini, berlutut, woy kamu berlutut'. Lalu lihat ke saya, 'woy kamu tembak, kau tembak cepat, cepat kau tembak', saya keluarkan senjata langsung tembak," kata Eliezer.

Dalam dakwaan, Eliezer menembakkan 3 sampai 4 peluru kepada Yosua. Diakhiri tembakan di kepala oleh Sambo. Yosua pun tewas.