Sampah Bantargebang di 2025 Capai 55 Juta Ton: 43% Sampah Makanan, 28% Plastik

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Operator mengoperasikan alat berat saat melakukan pencarian korban longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Operator mengoperasikan alat berat saat melakukan pencarian korban longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO

Tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat sudah menjadi pusat pembuangan akhir sampah penduduk dari wilayah Jakarta sejak 1989. Saat ini TPST Bantargebang diperkirakan sudah menampung lebih dari 55 juta ton gunungan sampah. Dengan ketinggian sampah mencapai 50 meter.

Sampah yang menggunung itu pada menyebabkan longsoran di Zona 4 TPST Bantargebang pada Minggu (8/3) sekitar pukul 15.29 WIB. Longsor gunungan sampah ini menewaskan empat orang, empat orang luka-luka, dan lima orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Lantas, sebenarnya ada berapa banyak sampah setiap harinya yang dikirimkan ke TPST Bantargebang?

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang diterima kumparan pada Senin (9/3), berat sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang mencapai lebih dari 7.000 ton setiap harinya.

embed from external kumparan

Pada 2025, rata-rata berat sampah harian yang dikirim ke TPST Bantargebang per harinya mencapai 7.354 ton. Apabila ditotal, jumlah sampah tahunan dari Jakarta yang dikirim di 2025 mencapai 2,68 juta ton sampah.

embed from external kumparan

Dalam satu dekade, pengiriman sampah terbanyak terjadi pada tahun 2024 dengan rata-rata sampah per harinya hingga 7.734 ton. Jika dijumlahkan total sampah pada tahun itu mencapai 2,8 juta ton.

embed from external kumparan

Jika dilihat dari ritase atau jumlah total perjalanan siklus pengangkutan oleh kendaraan, rata-rata pengangkutan sampah pada 2025 oleh kendaraan mencapai 1.233 ritase per harinya.

Pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang paling tinggi terjadi pada tahun 2019 dengan rata-rata pengangkutan sampah oleh kendaraan mencapai 1.331 ritase.

embed from external kumparan

Komposisi sampah di TPST Bantargebang pun didominasi oleh sisa makanan dengan sebanyak 43 persen. Kedua terbanyak berasal dari sampah plastik dengan capaian 28 persen. Sementara itu, sampah terbanyak ketiga yang berada di TPST berasal dari kain dengan total sebanyak 8 persen.

Angka ini selaras dengan sumber sampah di wilayah Jakarta yang didominasi berasal dari sampah rumah tangga dengan capaian 56,67 persen. Data ini dapat dilihat melalui Satuan Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).

embed from external kumparan

Sementara itu, sampah terbanyak kedua di wilayah Jakarta berasal dari pasar dengan angka 13,7 persen dan perniagaan sebesar 7,58 persen.

Dari banyaknya sampah yang dihasilkan dari wilayah Jakarta yang dikirimkan ke TPST Bantargebang itu, memang tercatat sebanyak 68,53 persen sampah hanya terbuang ke lingkungan saja tanpa ada pengelolaan yang bermanfaat.

embed from external kumparan

Sampah yang terkelola dengan baik dan secara sistematis hanya berada di angka 31,47 persen saja. Artinya, pemerintah daerah masih memiliki PR besar untuk mengelola timbunan sampah yang beratnya hingga berton-ton itu.