Sampaikan Pertanggungjawaban, Airlangga Pamer Prestasi Golkar di Pileg

Munas Partai Golkar memasuki hari kedua, Rabu (4/12). Ketum Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan pidato pertanggungjawaban atas kepengurusan DPP untuk periode 2017-2019.
Dalam pidatonya, Airlangga menceritakan masa gelap yang sempat dialami Golkar ketika terjadi dualisme kepemimpinan sejak tahun 2014. Kemudian, Airlangga melanjutkan bagaimana Golkar kembali terpuruk saat Setya Novanto, ketum saat itu, terseret kasus korupsi.
Di tengah badai tersebut, Airlangga terpilih sebagai ketum dalam munaslub 2017.
"Saya terpilih sebagai ketua umum secara aklamasi ibarat kapal yang telah oleng dihantam badai besar. Golkar memenangkan nakhoda untuk menyelamatkan kapal tersebut," kata Airlangga di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (4/12).
Setelah terpilih sebagai ketum, Airlangga mengatakan dirinya berupaya menyusun strategi untuk membangkitkan kembali kejayaan partai. Pekerjaannya sungguh tak mudah. Hanya dalam waktu dua tahun, ia harus meramu strategi agar Golkar bisa mendapat prestasi moncer di Pemilu 2019.
Ternyata ia berhasil. Di hadapan ratusan kader, Menko Perekonomian itu pamer telah membawa Golkar sebagai peraih kursi ketiga terbanyak di DPR, hasil Pileg 2019. Padahal, dengan kondisi Golkar saat itu, banyak pihak yang meragukannya.
"Perolehan kursi Golkar di luar perkiraan banyak pihak, karena mampu bertahan sebagai pemenang kedua dengan memperoleh 85 kursi DPR RI. Lebih daripada itu untuk pertama kali sejak reformasi, Partai Golkar berhasil meraih kemenangan pada pilpres 2019 dengan mengusung Jokowi Ma'ruf Amin," kata Airlangga.
Padahal, kata dia, sejumlah survei menyatakan partainya tak akan menjadi partai pemenang dalam pemilu lantaran banyaknya kader Golkar yang terjerat kasus korupsi ketika pemilu 2019 berlangsung.
"Memasuki gelanggang Pemilu serentak di tahun 2019, pada waktu itu banyak pengamat dan lembaga survei yang memprediksi bahwa Partai Golkar akan jatuh ke posisi ketiga di bawah PDIP dan Gerindra. Kenapa? sampai pada saat Pemilu 2019 masih ada kader Golkar yang terkena OTT oleh KPK," ujar Airlangga.
Airlangga mengatakan, pihaknya selalu memberikan tindakan tegas terhadap kader yang terjerat kasus korupsi. Hal itu, sebagai salah satu upaya mendukung pemberantasan korupsi.
"Saya pun bergerak cepat menyusun strategi kreatif untuk menarik simpati publik dengan mencanangkan sebuah teks lain 'Golkar Bersih Golkar Bangkit.' Ungkapan-ungkapan tersebut terasa sangat bertenaga menggema ke seluruh pelosok negeri," kata Airlangga.
"Dalam kebijakan organisasi bagi siapa saja kader yang terlibat korupsi apalagi terkena OTT oleh KPK, Partai Golkar tidak segan-segan untuk langsung menghentikan dari semua posisi dan jabatan di dalam partai. Kita menunjukkan kepada publik Golkar punya komitmen terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia," tutup Airlangga.
