Samuel Masih Bungkam Soal Motif Aniaya Dokter Gigi di Bandung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Samuel Sunarya yang aniaya dokter gigi di Bandung berbaju tahanan saat dihadirkan di Polrestabes Bandung. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Samuel Sunarya yang aniaya dokter gigi di Bandung berbaju tahanan saat dihadirkan di Polrestabes Bandung. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Samuel Sunarya (29), penganiaya dokter gigi Vissi El Alexandra (28) di Kota Bandung telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan polisi. Apa motif dari penganiayaan yang dilakukan oleh Samuel?

Kapolrestabes Bandung, Kombes Budi Sartono, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap pelaku terkait motif menganiaya korban. Sampai sekarang, Samuel masih bungkam dan enggan mengungkapkan motifnya.

"Dari kemarin kita tanyakan ada apa, maksud apa, yang bersangkutan tersangka sampai sekarang masih bungkam untuk masalah alasannya," kata dia di Polrestabes Bandung, pada Selasa (24/10).

Namun, menurut Budi, Samuel dan korban yakni Vissi El Alexandra atau Vissi memang saling mengenal meski sudah jarang bertemu dan berinteraksi. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab penganiayaan.

"Tapi memang benar tersangka dengan korban kenal, tapi sudah beberapa tahun tidak hubungan lagi, jadi lama tidak berhubungan. Kenal biasa saja dan tidak ada angin tidak ada hujan langsung DM tersebut," ucap dia.

Vissi El Alexandra. Foto: Instagram/@vissiel

Sebelumnya diberitakan, aksi penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (21/10) lalu di Paskal 23, Kota Bandung. Peristiwa bermula ketika Samuel menghubungi Vissi melalui Instagram lalu langsung melontarkan kata berisi ancaman. Tak lama setelah itu, pelaku mendatangi tempat kerja Vissi dan memaksa masuk.

Saat bertemu Vissi, pelaku langsung mengeluarkan pisau, mengarahkannya ke leher Vissi. Karena takut mengancam staf dan rekan kerjanya, Vissi meminta Samuel berbicara di luar.

Pelaku pun diajak ke luar ruangan kantor. Namun, begitu sampai di luar, serangan pada Vissi malah makin bertubi-tubi. Vissi mengaku sempat berupaya menahan serangan pisau hingga pukulan.

Akibat serangan itu, sejumlah titik di tubuh Vissi pun terluka. Vissi khawatir tindakan pelaku tak hanya terjadi pada dirinya, melainkan juga ke korban lain.