Sandi Bacawapres Ganjar Tertinggi di Survei, tapi Nasib Ditentukan Ketum Parpol

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sandiaga Uno dan Ganjar Pranowo bertemu di podcast Kaesang Pangarep. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno dan Ganjar Pranowo bertemu di podcast Kaesang Pangarep. Foto: Dok. Istimewa

Dalam survei terbaru yang digelar Poltracking Indonesia, Sandiaga Uno menjadi tokoh yang dinilai cocok jadi cawapres oleh banyak pemilih capres Ganjar Pranowo. Dalam survei itu, 24,9% pemilih Ganjar cenderung memilih Sandi sebagai cawapres.

Di bawah Sandi, ada Erick Thohir dengan 20,5%, Ridwan Kamil 14,4%, Mahfud MD 9,1%, Khofifah Indar Parawansa 6,0%, Muhaimin Iskandar 5,3%, Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,0%, dan Airlangga Hartarto 0,9%.

"Ya, survei ini, kan, alat ukur. Tapi yang menentukan tentu adalah pimpinan partai politik. Dan saya fokus pada kerja saya di tengah-tengah masyarakat dan 10 hari ke depan ini akan ada penentuan karena pendaftaran tanggal 19," kata Sandi menanggapi hasil survei itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/10).

Menurut Sandi, penentuan cawapres biasanya akan dilakukan di tahap akhir.

"Ini saatnya para pemimpin partai politik berembuk di antara pimpinan dan mengambil keputusan terbaik bagi NKRI. Alat survei dan lain sebagainya itu adalah alat bantu ukur, tapi tentunya banyak pertimbangan-pertimbangan lain," tuturnya.

Menparekraf Sandiaga Uno, dalam acara The Weekly Brief with Sandi Uno, yang digelar di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta, Senin (2/10/2023). Foto: Andari Novianti/kumparan

Jelang pendaftaran yang tinggal 10 hari lagi, Sandi mengaku sedang banyak berdoa. Namun, apa pun keputusan akhir koalisi partai, ia yakin semuanya yang terbaik bagi bangsa.

"Dan dalam 73 hari ke depan tepatnya pada saat kampanye ini kita bisa jaga ritme dari kampanye, strategi kampanye dan lain sebagainya agar tidak mengganggu percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang sekarang sedang kita rancang. Itu yang kami fokuskan," ungkapnya.

Sementara di PPP sendiri, lanjut Sandi, pihaknya fokus mengawal harga pangan agar bisa normal. Bahkan, Sandi dalam rapat terbatas bersama sejumlah anggota kabinet memberi masukan kepada Plt Mentan Arief Prasetyo agar suplai kebutuhan pangan terpenuhi.

"Harga-harga terjangkau karena setiap harga pangan meningkat ini membebani ekonomi masyarakat khususnya yang ada di lapisan bawah ini sangat berat. Jadi itu yang menjadi fokus kita, harga-harga murah terutama harga pangan, kerja mudah terutama pemberdayaan UMKM, dan insyaallah kontestasi demokrasi ini akan berlangsung dengan penuh amanah, menghadirkan berkah," pungkasnya.