Sandi Gandeng Swasta Bangun Jakarta Green City

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno akan bekerja sama dengan PT Azbil Berca Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomasi dan penghematan energi. Sandi ingin Jakarta tidak hanya dikenal sebagai Smart City, tetapi juga Green City.
"Inisiatif saya untuk membuat Jakarta bukan hanya Smart City, tapi Green City. Salah satu Green City-nya adalah mengurangi penggunaan energi. Dan bagaimana menciptakan gedung yang sangat hemat terhadap energi," kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (24/11).
Dengan konsep Jakarta Green City, maka gedung-gedung di DKI harus ramah lingkungan dan hemat energi. Salah satunya, penghematan penggunaan listrik dalam kegiatan sehari-hari.
Sandi mengatakan, Gedung Blok G sudah menjadi salah satu gedung di Balai Kota yang ramah lingkungan. Tapi tidak dengan ruang kerjanya. Sandi kesulitan meningkatkan suhu AC di ruangannya karena sistemnya bersifat sentral. Padahal, dia sudah merasa kedinginan.
"Jadi saya menghubungi teman-teman di Azbil. Saya bilang bisakah kita lihat kemungkinan diaudit penggunaan energi di Balai Kota karena kita ingin penghematan energi," jelas dia.
Jadi saya menghubungi teman-teman di Azbil. Saya bilang bisakah kita lihat kemungkinan diaudit penggunaan energi di Balai Kota karena kita ingin penghematan energi.

Sandi melihat, pemakaian anggaran dapat dihemat melalui efektivitas penggunaan energi. Gedung-gedung di bawah Pemprov DKI Jakarta seperti kantor, sekolah, dan fasilitas publik lainnya dapat menelan biaya puluhan hingga ratusan miliar rupiah untuk pembiayaan energi.
"Pak Dirut (PT Azbil Berca Indonesia) tadi sampaikan ke saya bahwa penggunaan biaya energi itu bisa turun antara 20-30 persen. Berarti ini adalah penghematan yang sangat-sangat luar biasa," ujar Sandi.
Direktur Utama PT Azbil Berca Indonesia, Mombang Sihite, mengatakan pihaknya akan memasang sebuah alat bernama Energy Management System (EMS) di setiap gedung.
"Penghematannya itu melalui peralatan-peralatannya. Dan nanti akan ada sensor-sensor yang mengukur temperatur-temperatur di sini dan mengukur semua konsumsi energi di sini. Dan semua penghematan akan tercatat, semua terakurasi dan akuntable," kata Mombang.
Mombang menambahkan, sudah hampir 60 persen gedung di Jakarta dipasangi EMS, mulai dari kantor hingga mal. Ia juga mengingatkan, penghematan energi tidak sebatas mengurangi konsumsi energi, tetapi 3R yaitu reduce, reuse, recycle.
"Jadi sesuai dengan Pak Wakil Gubernur yang mengatakan bahwa dia mau ditransformasi dari Jakarta Smart City menjadi Smart Green City. Saatnya kita melakukan penghematan energi. Green bukan hanya sebatas mengurangi energi, tapi recycle, reuse, jadi termasuk water-water yang kita daur ulang," jelas Mombang.
"(Konsepnya) lebih ke Green City, bukan hanya green building," tutup Mombang.
