Sandi Ingin Rangkul Kelompok yang di Tengah dengan Politik Santun

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno usai bertemu 500 guru PAUD dan TK di Seknas Prabowo-Sandi. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno usai bertemu 500 guru PAUD dan TK di Seknas Prabowo-Sandi. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menyebut pertarungan pilpres dalam meraup suara di daerah masih berlangsung.

Meski beberapa survei sudah merilis perbedaan elektabilitas, Sandi menyebut dari survei internal pertarungan masih ketat hampir di setiap daerah.

"Kita lihat di daerah semuanya masih sangat ketat. tidak ada yang aman. Jadi kalau dibilang ada daerah aman, saya enggak percaya itu ada daerah aman," kata Sandi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Senin (11/3).

"Semua daerah sangat ketat persaingannya, dan ini saya berikan pesan untuk semua relawan dan partai koalisi, gunakan 36 hari ini untuk bangun imej yang positif narasi yang konstruktif untuk tidak terpecah belah," tambahnya.

Dalam beberapa survei, terdapat gap suara yang masih jauh antara paslon 01 dengan paslon 02. Seperti dalam survei SMRC di mana sebanyak 54,9 persen responden memilih Jokowi-Ma'ruf, sedangankan 32,1 persen memilih Prabowo-Sandi, dengan 13 persen responden belum menentukan pilihan. Terkait itu, Sandi menyebut pihaknya punya survei sendiri yang jadi acuan.

Sandi menemui pengrajin ukir untuk mempromosikan program glokal. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

"Ya kami melihat bahwa survei-survei eksternal yang kami terima menjadi tambahan informasi bagi kita. Tapi strategi kita, kita selalu gunakan survei internal, dan survei internal kita ini mengukur seberapa efektif langkah kunjungan kampanye kita dan topik-topik yang kita bahas diterima oleh masyarakat," katanya.

Dalam survei tersebut, Sandi mengklaim menunjukan data yang positif. Namun, ia tetap akan memaksimalkan 36 hari sisa waktu kampanye untuk berjuang meraup suara lebih banyak.

"Survei internal kita menunjukkan tren yang sangat sehat, cukup positif, kita punya 36 hari lagi. Kita masih tertinggal kita harus pastikan bahwa di 36 hari ke depan termasuk sesi debat ini, hal-hal dan kebijakan yang kami sampaikan ke publik bisa diterima masyarakat dan bisa mengkonversi yang sebagian masih undecided (voters) bisa menjatuhkan pilihan kepada Prabowo-Sandi," ujarnya.

"Karena sekarang yang perlu diyakinkan bukan yang sangat militan kiri kanan, tapi yang di tengah. Dan yang di tengah ini sangat menghargai kalau kita berbicara penuh dengan kesejukan, demokrasi yang santun, politik yang sejuk," pungkasnya