Sandi Jawab Jokowi: Biaya Kesehatan di DKI Sudah Jauh Menurun

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sandiaga Uno di Balai Kota.  (Foto: Moh Fajri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno di Balai Kota. (Foto: Moh Fajri/kumparan)

Presiden Joko Widodo sempat menyinggung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai mahalnya biaya pengobatan di Jakarta. Namun Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan biaya kesehatan di Jakarta saat ini sudah menurun.

“Biaya kesehatan memang sekarang kalau di DKI sudah terpetakan jauh menurun karena yang kita alokasikan dana 17 persen (dari APBD). Dan alhamdulillah DKI kemarin mendapat penghargaan sebagai satu dari tiga provinsi yang sudah Universal Health Coverage,” kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis, (25/5).

Selain itu untuk menurunkan biaya kesehatan di DKI, Sandi ingin mengedepankan tindakan pencegahan daripada rehabilitasi. Menurutnya tindakan tersebut lebih efektif.

"Harus dengan promotif-preventif. Kegiatan-kegiatan (bidang kesehatan) sekarang ini kan fokusnya masih kuratif dan rehabilitatif. Ke depan harus promotif-preventif. Dan di situ, nanti biaya kesehatan akan menurun secara signifikan,” ujar Sandi.

Lebih lanjut Sandi menginginkan adanya penciptakan lapangan kerja dibidang kesehatan. Menurutnya dengan langkah tersebut bisa juga untuk menurunkan biaya kesehatan.

“Kita ingin menciptakan lapangan kerja di bidang kesehatan. Dan ini nanti pada akhirnya akan menurunkan beban kepada pemerintah untuk biaya kesehatan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyinggung biaya pengobatan rumah sakit di Jakarta dalam acara "Silaturahmi Presiden Joko Widodo dengan Penerima Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)". Menurut Jokowi, biaya pengobatan pasien BPJS DKI di Jakarta cukup mahal.

Acara silaturahmi itu dihadiri perwakilan kepala daerah mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota. Gubernur DKI Anies Baswedan, juga ikut hadir dalam acara tersebut.

Saat menyinggung soal biaya pengobatan yang mahal itu, Jokowi seolah-olah tengah berbicara dengan Anies.

"Ada beberapa angka-angka mengenai beberapa yang dibayarkan oleh BPJS. Ada yang di Jakarta Pusat Rp 435 juta. Ini dibayar. Memang itu kewajiban kita. Jadi rakyat sehat kembali. Di Jakarta Pusat, ada yang Rp 356 juta ya dibayar. Jakarta memang mahal-mahal kalau sakit, Pak Gub," ucap Jokowi, di Istana Negara, Kompleks Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (23/5).